Bale Jabar

Kang Hasan: Negara Harus Hadir Atasi Keluhan OTD Waduk Jatigede

×

Kang Hasan: Negara Harus Hadir Atasi Keluhan OTD Waduk Jatigede

Sebarkan artikel ini
Cagub Jabar no urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan), saat menemui OTD Jatigede, Lapangan Karedok, Kampung Parakan Kondang, Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Senin (9/4/18). by HMC

SUMEDANG – Proyek Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, masih menyisakan berbagai permasalahan yang harus dihadapi masyarakat sekitar, sebagai dampak perluasan lahan poyek tersebut. Tidak sedikit orang terkena dampak (OTD) Jatigede yang masih mengeluhkan ganti rugi pembebasan lahan, hingga relokasi tempat tinggal.

Melihat hal tersebut, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin, yang akrab Kang Hasan, meyakinkan masyarakat, akan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dikeluhkan oleh OTD Jatigede, dalam jangka waktu tiga tahun saja. Permasalahan tersebut diantaranya terkait pembebasan lahan, relokasi, infrastruktur hingga akses perekonomian.

“Permasalahan OTD Jatigede harus diselesaikan secepatnya, melalui komunikasi intens dengan pihak terkait dan aksi yang cepat tanggap,” tandas Kang Hasan saat menemui OTD Jatigede, Lapangan Karedok, Kampung Parakan Kondang, Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Senin (9/4/18).

Kunjungan ke Jatigede bukan pertama kalinya dilakukan oleh Kang Hasan. Sebelumnya Kang Hasan pun turut memperjuangkan nasib OTD Jatigede, saat masih menjadi anggota DPR RI. Sebagai calon pemimpin Jawa Barat, Ia menegaskan akan ada win win solution bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga masyarakat yang sudah merelakan lahannya mendapatkan hak yang sebanding.

“Tapi, pemerintah harus sadar memperhatikan nasib dan dampaknya kepada mereka (OTD Jatigede),” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga OTD Jatigede, Bandingah mengaku, harus merelakan tempat tinggalnya untuk dijadikan sebagai lahan waduk Jatigede. Bandingah mengungkapkan, meski sudah mendapat ganti rugi dari pemerintah, uang yang didapat tidak sebanding untuk membangun rumah baru yang layak seperti sebelumnya.

“Uang gantinya hanya untuk beli tanah sepetak, dan rumahnya engga selesai-selesai sampai sekarang, karena uangnya tidak cukup,” ungkap Bandingah.

Lain halnya dengan Maryatun, Warga Desa Paritan, yang harus kehilangan sawahnya untuk kepentingan waduk dengan uang ganti rugi yang tak seberapa. Maryatun juga mengeluhkan sulitnya lapangan kerja dan akses infrastruktur.

Ia berharap, dengan datangnya Kang Hasan ke OTD Jatigede, keluhan masyarakat bisa didengar dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

“Dulu, beras saya gak harus beli karena punya sawah, sekarang harus beli. Alhamdulillah, ada calon pemimpin seperti Kang Hasan yang datang mendengar langsung keluhan kami, semoga beliau bisa membantu permasalah di sini,” harap Maryatun.

Tokoh masyarakat Parakan Kondang Abah Tama mengutarakan kehadiran Kang Hasan bukan hanya kali ini saja. Sebelumnya Kang Hasan sering menggelar kunjungan kerja saat menjadi anggota DPR RI dan membawa aspirasi pembangunan jembatan.

“Alhamdulillah saat ini jembatan sudah siap dibangun. Masyarakat kampung nanti tidak waswas lagi,” ucap Abah Tama.

Pada kesempatan tersebut, Kang Hasan juga memaparkan 7 program unggulan yang akan digulirkan bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton) dalam membangun daerah dan masyarakat Jawa Barat. Diantaranya, Bogagawe, Jabar Seubeuh, Jabar Cageur, Imah Rempeg, SakolaGratis, Turkamling dan Budaya, serta Molototcom. []

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat memasuki babak baru. Di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026), Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir melantik Tantan Sulthon B, S.Sos., M.Sos. sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PWI Jabar dengan struktur yang tidak hanya menggarap urusan organisasi, tetapi […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]