SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS mengingatkan ASN agar penghasilan yang diperoleh tidak digunakan untuk aktivitas yang merusak, termasuk judi online. Sebaliknya, ia mendorong ASN memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak dan sedekah (ZIS).
Pesan itu disampaikan KDS dalam Siraman Rohani bagi pegawai Pemkab Bandung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (5/10/2026). Ia menyoroti masih adanya sekitar 1.000 ASN yang terlibat judi online dengan total transaksi mencapai Rp4,4 miliar sepanjang 2024.
“Tidak ada yang kaya dari judi. Itu hanya khayalan,” tegas KDS.
Di sisi lain, KDS menyebut ASN Kabupaten Bandung setiap bulan menyalurkan sekitar Rp1,2 miliar zakat profesi melalui BAZNAS. Menurutnya, dana tersebut harus menjadi kekuatan untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk melalui bantuan beras dan BPJS.
“Setiap bulan, BAZNAS menampung zakat profesi ASN kita Rp1,2 miliar. Ini luar biasa. Silakan warga yang membutuhkan bersurat ke BAZNAS,” ujarnya.
Ustadz Sholeh Mahmoed menegaskan harta yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah yang dapat menjadi jalan kebaikan ketika disalurkan kepada sesama. Karena itu, zakat, infak dan sedekah menjadi sarana agar rezeki yang diterima tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi memberi manfaat lebih luas.
“Apa yang dititipkan oleh Allah menjadi kebaikan yang dititipkan lewat tangan-tangan kita semuanya. Karenanya zakat, infak, sedekah menjadi penghantar kebaikan dan rezeki yang bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” katanya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi menegaskan pentingnya memperkuat pengelolaan ZIS agar dana yang dihimpun dari masyarakat, termasuk ASN, kembali menjadi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.***







