Bale Bandung

Kepala Daerah Jangan Kecewa Anggap PAD Turun dari Program 3 Juta Rumah

×

Kepala Daerah Jangan Kecewa Anggap PAD Turun dari Program 3 Juta Rumah

Sebarkan artikel ini
Mendagri Tito Karnaviana saat kunjungan kerja di Desa Cilampeni, Kec Katapang, Kab Bandung, Minggu (26/7/26).

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah.

Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor properti dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan penerimaan daerah.

“Kepala daerah jangan kecewa menganggap PAD-nya turun. Justru dengan biaya yang lebih murah, developer akan lebih termotivasi membangun rumah,” kata Tito saat mendampingi Kunjungan Kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Mendagri Tito menjelaskan, meningkatnya pembangunan perumahan akan memicu aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Mulai dari pembelian bahan bangunan, jasa transportasi, tenaga kerja hingga berbagai transaksi lainnya yang turut menghasilkan pajak dan retribusi bagi pemerintah daerah.

“Karena biayanya lebih murah, mereka termotivasi membangun. Maka akan terjadi perputaran uang, transaksi bahan bangunan, transaksi angkutan, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang juga memberikan retribusi kepada daerah,” ujarnya.

Selain itu, kata Tito, pembangunan rumah juga akan meningkatkan objek pajak daerah pada tahun-tahun berikutnya. Lahan kosong yang sebelumnya hanya dikenai Pajak Bumi, setelah berdiri bangunan akan menjadi objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kalau sebelumnya tanah kosong hanya menghasilkan pajak bumi saja, setelah ada rumahnya maka tahun berikutnya menjadi Pajak Bumi dan Bangunan. Artinya PAD justru akan bertambah,” katanya.

Dalam kesempatan itu Tito juga menjelaskan pemerintah telah menerbitkan nota kesepahaman (MoU) dan surat keputusan bersama yang mengatur pembebasan BPHTB dan PBG bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, pemerintah memperluas kriteria masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan Program 3 Juta Rumah. Batas penghasilan yang sebelumnya Rp7,5 juta bagi masyarakat lajang kini dinaikkan menjadi Rp8,5 juta di sejumlah daerah, bahkan mencapai Rp10 juta di wilayah tertentu seperti Papua.

Menurut Tito, perluasan kriteria tersebut akan memperluas daya jangkau masyarakat untuk memiliki rumah sekaligus menekan biaya yang harus ditanggung pengembang sehingga harga rumah menjadi lebih terjangkau.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung,com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Komitmen tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Peringatan HAN tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 5.000 […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Jawa Barat menjadi salah satu daerah prioritas Program 3 Juta Rumah. Hal itu ditandai dengan lonjakan kuota rumah subsidi melalu Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang meningkat dari sekitar 6.000 unit tahun sebelumnya menjadi 46.000 unit pada tahun ini. “Peningkatan kuota rumah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan. Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.555.150.000. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 19 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Berdasarkan dokumen LHKPN, harta kekayaan Ketua DPRD […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), di Kompleks Seskoad Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Kehadiran SBY menjadi bagian dari pembekalan kepemimpinan strategis bagi para calon pemimpin TNI AD dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan pertahanan yang terus […]