Bale Jabar

Plt Ketua Umum KNPI La Ode Umar Bonte Tabayyun Ke Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Soal Adzan dan Gonggongan Anjing

×

Plt Ketua Umum KNPI La Ode Umar Bonte Tabayyun Ke Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Soal Adzan dan Gonggongan Anjing

Sebarkan artikel ini
KNPI La Ode Umar Bonte Tabayyun Ke Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Soal Adzan dan Gonggongan Anjing
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas bersama Plt Ketua Umum DPP KNPI La Ode Umar Bonte. [foto: dok./ss]

BANDUNG – Plt Ketua Umum DPP KNPI La Ode Umar Bonte berkesempatan tabayyun kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang pernyataannya sempat viral menyamakan suara adzan dengan gonggongan anjing serta pengaturan pengeras suara.

“Kami berkunjung ke Pak Menteri Agama, tanggal 9 Maret 2022, dalam rangka mendorong kegiatan Munas GKPMI, sekaligus tabayyun berkaitan dengan pernyataan Pak Menteri Agama yang viral menyamakan adzan dengan gonggongan anjing,” kata La Ode Umar Bonte didampingi Plt Sekjen DPP KNPI, Ahmad Fauzan, kepada media di Bandung, Kamis (10/3/2022) malam.

“Sebetulnya kami sempat menyikapinya sebelum bertemu. Namun setelah bertemu kemudian meminta penjelasan secara langsung dengan Pak Menteri Agama, ternyata memang ada permasalahan yang perlu diluruskan,” tambahnya.

Dijelaskannya, video viral terkait pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengundang polemik dan keresahan di tengah masyarakat tersebut, diduga kuat sudah diedit.

“Jadi, ada video yang diedit oleh pihak-pihak tertentu, sehingga maksud dan tujuan dari Pak Menteri Agama itu tidak kelihatan. Bahkan kita pun sempat terbawa dengan informasi itu. Tetapi setelah kita komunikasi langsung dengan Pak Menteri Agama, ternyata informasi yang viral itu tidak sesuai. Pak Menteri Agama juga mengatakan bahwa video itu sudah diedit, dan saya pikir kita juga harus yakini bahwa tidak mungkin seorang Menteri menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai, apalagi beliau seorang muslim, tidak mungkin menghina agama dan ibadahnya sendiri, tidak mungkin. Dan kami tidak menemukan niat beliau kesitu (menistakan agama),” jelasnya.

Menurut La Ode Umar Bonte yang merupakan tokoh pemuda asal Sulawesi Tenggara ini, menyampaikan bahwa setelah meneliti durasi video wawancara Menteri Agama, pihaknya tidak menemukan perkataan seperti yang ditudingkan kepadanya.

“Setelah kita analisis videonya, memang benar, tidak pernah mengatakan sekalipun bahwa adzan dibandingkan dengan suara anjing, tidak pernah mengatakan itu. Yang ada adalah beliau mengatakan kebisingan-kebisingan. Jadi, kebisingan-kebisingan itu yang harus diatur, apa kebisingan kendaraan, kebisingan binatang, kebisingan yang ditimbulkan dari gonggongan anjing, kebisingan yang dikeluarkan oleh lead spreaker, kebisingan yang dikeluarkan misalnya dari mega phone, orasi, kebisingan knalpot motor, kendaraan, itu semua harus diatur. Jadi kebisingan-kebisingan tersebut yang diatur, bukan menyamakan adzan dan gonggongan anjing, bukan,” terangnya.

Karena begini, lanjutnya, misalnya ada orang sedang ibadah sholat lalu ada orang demo dan orasi di dekat masjid, nah itu kan harus diatur. Atau umat kristen sedang merayakan natal kemudian ada bunyi-bunyi terompet dan mercon, saya pikir itu juga harus diatur, semua harus diatur. Kaitannya ini menurut saya sangat baik, hanya mungkin kemarin cara menyampaikannya dengan editan-editan itu yang menjadi kurang bisa diterima.

“Diperlihatkan oleh Pak Menteri, videonya tidak seperti itu, aslinya tidak seperti itu, videonya dipotong-potong kemudian disandingkan, sehingga seolah-olah membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing,” ungkap La Ode Umar Bonte.

Adanya kontroversi yang terjadi ini, ia menduga ada upaya politik untuk menggoyang posisi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Kelihatannya, beliau sedang digoyang dengan cara-cara yang tidak sehat,” tegasnya.

Jadi, sambung La Ode Umar Bonte, inti pernyataan Menteri Agama mengeluarkan instruksi untuk mengatur kebisingan itu cukup baik.

“Saya kira di gereja pun misalnya loncengnya kebesaran, mungkin harus disesuaikan. Kita bayangkan misalnya ada gereja yang sekitarnya mayoritas muslim dan gereja itu memiliki lonceng besar yang dibunyikan setiap saat, saya pikir memang harus diatur,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada elemen masyarakat terutama pemuda, untuk mengecek kebenaran informasi yang diterimanya agar tidak terpancing dengan informasi yang sebenarnya belum valid.

“Kami di KNPI, memang sesuai harapan dari Pak Menteri bahwa kita tidak boleh terpancing mendengarkan informasi tanpa disaring lalu di share. Saya kira KNPI akan turut mendukung kebijakan Menteri Agama berkaitan dengan pengaturan tentang kebisingan ini,” pungkas La Ode Umar Bonte.****

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperluas cakupan layanan kesehatan di Indonesia. Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan sepanjang 2025 Program JKN mencatat 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau rata-rata 1,9 juta layanan setiap […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]