Bale Bandung

Komisi IX DPR Sayangkan Minimnya Sosialisasi Vaksinasi Difteri

×

Komisi IX DPR Sayangkan Minimnya Sosialisasi Vaksinasi Difteri

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi menyerahkan bantuan perahu bagi korban banjir di Baleendah, saay syukuran Imah Rancage, Rumah Aspirasi Dede Yusuf selaku Anggota DPR dari Dapil Jabar II Kab Bandung-KBB, di Kec Baleendah, Kab Bandung, Rabu (20/12/17). by bbcom
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi menyerahkan bantuan perahu bagi korban banjir Baleendah-Dayeuhkolot, saat syukuran ketiga tahun Imah Rancage, Rumah Aspirasi Dede Yusuf selaku Anggota DPR dari Dapil Jabar II Kab Bandung-KBB, di Kec Baleendah, Kab Bandung, Rabu (20/12/17). by bbcom

BALEENDAH – Komisi IX DPR RI menyayangkan minimnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah terkait wabah difteri sehingga menimbulkan kejadian luar biasa. Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi saendiri turut prihatin Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri hingga kini sudah menyebar di lebih 16 provinsi, termasuk di Jawa Barat, terutama di Kabupaten Karawang dan Purwakarta.

Dede menandaskan seharusnya pemerintah lebih massif lagi melakukan sosialisasi terkait wabah difteri dan vaksinasinya, sehingga KLB difteri bisa diantisipasi sejak dini. Padahal menurutnya, dulu sudah lama sekalui tidak pernah ada wabah difteri lagi karena selalu ada vaksinasi secara rutin dari pemerintah.

“Tentu saya sangat menyayangkan, pemerintah dulu tidak komprehensif dalam melakukan sosialisi, pendekatan, termasuk juga dalam melakukan komunikasi bersama tokoh masyarakat terkait wabah difteri dan vaksinasinya,” ungkap Dede kepada wartawan di sela syukuran Imah Rancage ketiga tahun, di Kec Baleendah, Kab Bandung, Rabu (20/12/17).

Akibatnya, lanjut Dede, banyak masyarakat yang menolak untuk divaksinasi. “Karena saya sudah cek di beberapa daerah seperti di Maluku, di Kalimantan, itu tidak ada penolakan karena mereka bekerjasama dengan ulama, tokoh agama, MUI untuk memberikan informasi bahwa vaksinasi tersebujustru untuk mencegah bahaya datang,” jelas politisi Partai Demokrat ini.

Padahal jika sesuatu itu dilakukan dan bisa mencegah timbulnya bahaya sampai meninggal dunia misalnya, sebut Dede, maka vaksin itu sifatnya adalah sesuatu yang bermanfaat. “Nah, sosialisasi itu mungkin tidak dilakukan dengan baik di beberapa daerah, sehingga timbul reaksi dari masyarakat sampai ada yang mengatakan vaksin itu tidak halal atau tidak perlu dilakukan,” jelasnya.

Oleh karena itu ke depan, kata Dede, pihaknya dari Komisi IX sudah meminta kepada pemerintah untuk benar-benar serius melakukan antisipasi dan penanganan wabah difteri ini.

“Dengan menggandeng seluruh elemen, untuk mensosialisasikannya, yang bukan sekadar sisi kesehatan saja, tapi juga sisi sosial, sisi agama, jadi dilihat dari berbagai aspek. Selain itu, kami dari Komisi IX pun sudah mendorong dengan memberikan alokasi anggaran untuk vaksinasi ke Kemenkes itu sampai Rp2 triliun per tahun untuk seluruh Indonesia,” ungkap Dede.

Sebab jika sampai ada warga enggan divaksinasi, kata dia, maka posisinya dia terancam terkena vaksin. Makanya menurut Dede perlu dilakukan pencegahan untuk usia 2-19 tahun harus divaksinasi secara massif, baik yang terkena maupun yang belum terkena, baik yang belum divaksin maupun yang sudah divaksin di suatu lingkungan atau daerah yang terkena wabah.

“Sebab bisa jadi orang yang di suatu lingkungan yang mewabah itu, kemungkinan dia bisa jadi bisa jadi carrier atau pembawa wabah penyakit ke daerah lainnya. Karenanya untuk di lingkungan yang sudah mewabah itu harus melakukan namanya imunisasi ORI (Outbreak Renponse Imunisasion), dengan melakukan sebuah tindakan langsung pencegahan berupa vaksinasi ulang atau booster bagi yang sudah divaksin,.

Terkait vaksin yang disebut kurang stoknya, hal itu menurut Dede disebabkan karena dulu di Indonesia sudah ada vaksinasi di mana 97% penduduk sudah diberi vaksin difteri.

“Nah, saat ini justru vaksinnya yang kurang. Sementara sekarang perlu divaksinasi ulang untuk daerah-daerah tertentu di luar yang 97 persen itu. Di Jakarta saja orang berlomba-lomba datang ke rumah sakit untuk minta divaksin. Tentu perlu ada penambahan vaksin, untuk itu harus diimpor. Setahu saya sampai saat ini pun proses vaksinasi masih terus berjalan,” kata Dede.

Sementara alokasi anggaran untuk vaksinasi tidak disiapkan di Kemenkes. “Berarti harus ambil anggaran dari alokasi dana kejadian luar biasa, dan itu setiap pemerintah pusat maupun daerah wajib untuk menyiapka,” terangnya. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]