CILEUNYI, balebandung.com – Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi tidak seorang pun seharusnya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki masa depannya. Pesan itu mengemuka ketika Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri Program Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III di Pondok Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026).
Di balik tato yang ingin dihapus, terdapat perjalanan hidup, keberanian untuk berubah, dan harapan agar dapat diterima kembali oleh lingkungan. Bagi sebagian peserta, keputusan menghapus tato bukan semata persoalan penampilan. Langkah tersebut menjadi penanda keinginan untuk membuka lembaran baru dan menjalani kehidupan dengan rasa percaya diri yang lebih kuat.
Yusuf Ali Tantowi memberikan perhatian khusus terhadap dimensi kemanusiaan dalam kegiatan yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Jawa Barat itu. Menurutnya, pelayanan sosial harus mampu melihat penerima manfaat sebagai manusia yang memiliki kehormatan, potensi, dan masa depan, bukan menilai mereka hanya dari pengalaman masa lalu.
“Tugas kita bukan menghakimi masa lalu seseorang. Tugas kita adalah menguatkan ikhtiarnya hari ini dan membantu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ketika seseorang ingin berubah, ia harus menemukan tangan yang merangkul, bukan pintu yang tertutup,” ujar Yusuf.
Ia menilai layanan hapus tato memiliki arti penting karena menjawab kebutuhan kesehatan sekaligus sosial. Proses penghapusan tato memerlukan penanganan yang aman. Sementara itu, keterbatasan biaya dan akses dapat menjadi hambatan bagi masyarakat yang memiliki tekad kuat untuk menjalani proses tersebut.
Melalui layanan gratis yang melibatkan tim medis, peserta memperoleh kesempatan menjalani proses secara lebih bertanggung jawab. Namun, Yusuf mengingatkan bahwa pelayanan tidak boleh berakhir setelah tindakan medis selesai. Penerima manfaat perlu didampingi agar perubahan fisik berjalan seiring dengan penguatan mental, spiritual, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.
Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Ponpes Anak Jalanan At-Tamur, tim medis, dan seluruh pihak yang berkontribusi. Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis sebagai ruang penerimaan dan pembinaan, terutama bagi masyarakat yang pernah berada dalam situasi sulit dan membutuhkan lingkungan baru untuk bertumbuh.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi hingga sore hari. Rangkaian acara meliputi pembacaan Al-Qur’an, testimoni penerima manfaat, penyerahan bantuan, dan pelaksanaan layanan oleh tim medis. Testimoni para peserta menjadi bagian penting karena memperlihatkan bahwa setiap proses perubahan memiliki cerita, tantangan, dan harapan yang perlu didengar.
Yusuf berharap kegiatan tersebut ikut mengubah cara pandang masyarakat. Orang yang berusaha meninggalkan kebiasaan atau lingkungan masa lalu tidak seharusnya terus-menerus dibebani stigma. Dukungan keluarga, komunitas, lembaga keagamaan, pemerintah, dan organisasi pengelola zakat sangat diperlukan agar mereka tidak kembali tersisih.
Sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program yang memadukan pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan. Baginya, manfaat program BAZNAS harus terlihat pada pulihnya harapan, menguatnya martabat, serta meningkatnya kemampuan penerima manfaat untuk berdiri mandiri.
Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III pun bukan hanya menghadirkan perubahan pada tubuh, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat: masa lalu bukanlah batas. Selama ada tekad, dukungan, dan kesempatan, setiap orang dapat menulis kembali kisah hidupnya dengan arah yang lebih baik dan penuh harapan.***







