SOREANG, balebandung.com — Kepengurusan baru PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung Masa Khidmat 2026–2027 membawa harapan baru bagi penguatan kaderisasi, gerakan intelektual, dan pengabdian generasi muda kepada masyarakat.
Optimisme tersebut disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., saat menyampaikan sambutan atas nama PCNU Kabupaten Bandung saat pelantikan pengurus PC PMII Kabupaten Bandung di Gedung M Toha Soreang, Minggu (13/9/2026).
Yusuf meyakini bahwa para pengurus yang baru dilantik memiliki energi, kreativitas, dan keberanian untuk membawa PMII semakin maju. Dengan kader-kader muda yang terdidik serta berpegang teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, PMII dinilai mampu menjadi lokomotif perubahan di Kabupaten Bandung.
“Pelantikan ini merupakan awal dari perjalanan besar. Amanah yang diterima hari ini harus menjadi energi untuk melayani kader, membantu masyarakat, dan melahirkan perubahan yang membawa kemaslahatan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, PMII memiliki modal besar berupa jaringan kader, tradisi intelektual, kekuatan spiritual, dan komitmen kebangsaan. Jika seluruh modal tersebut dikelola melalui kaderisasi yang terarah, PMII akan melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial.
Ia mengajak seluruh kader menghidupkan semangat zikir, pikir, dan amal saleh. Zikir akan menjaga keteguhan hati dan nilai spiritual, pikir akan melahirkan gagasan yang cerdas, sedangkan amal saleh akan membuktikan keberpihakan PMII kepada masyarakat.
“PMII harus optimistis menatap masa depan. Jadilah kader yang tidak hanya pandai membaca persoalan, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan menggerakkan perubahan,” pesannya.
PMII juga didorong menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah. Kritik harus disampaikan berdasarkan ilmu, data, etika, dan kepentingan masyarakat sehingga dapat melahirkan kebijakan yang lebih tepat, adil, dan membawa manfaat luas.
Kepengurusan baru diharapkan segera membangun sinergi dengan PCNU, badan otonom NU, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pengabdian sekaligus menghadirkan program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Peluncuran website E-Sahabat dalam rangkaian acara juga menjadi bukti bahwa PMII Kabupaten Bandung siap bergerak mengikuti perkembangan teknologi. Transformasi digital tersebut diharapkan memperkuat komunikasi, pelayanan kader, penyebaran gagasan, dan konsolidasi organisasi.
Yusuf menegaskan masa depan PMII Kabupaten Bandung sangat menjanjikan selama para pengurus menjaga kekompakan dan konsisten bekerja. Keberhasilan organisasi bukan hanya terlihat dari banyaknya agenda, tetapi terutama dari kader berkualitas yang dilahirkan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Dengan niat yang tulus, kaderisasi yang kuat, dan gerakan yang nyata, saya optimistis PMII Kabupaten Bandung akan tumbuh semakin besar, semakin solid, dan semakin bermanfaat bagi agama, bangsa, serta masyarakat,” pungkasnya.***







