Bale Bandung

Pemkab Akan Intervensi Desa Soal Program Pengolahan Sampah

×

Pemkab Akan Intervensi Desa Soal Program Pengolahan Sampah

Sebarkan artikel ini
Truk angkutan sampah Kab Bandung.
Truk angkutan sampah Kab Bandung.

SOREANG – Pemkab Bandung tengah menyusun program Zero Waste untuk penanganan sampah. Dalam program ini Pemkab Bandung akan melibatkan masyarakat dan mengintervensi program ke semua desa agar kembali menggerakkan program pengelolaan sampah mandiri secara lebih massif.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bandung Asep Kusumah menyebutkan dalam program ini akan digalakkan lagi program pemilahan sampah dari rumah warga dengan memisahkan antara sampah organik (basah), anorganik (kering), serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Asep menghimbau pada masyarakat agar kesadaran terhadap sampah sudah terbangun dari rumah. Sebab menurutnya, masalah sampah bukan sekadar pengangkutan dengan armada sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, tapi lebih kepada kepentingan bersama akan kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih saat ini penyediaan lahan untuk TPA sudah kurang memungkinkan.

Selain itu juga akan lebih digencarkan pengelolaan sampah melalui Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan Bank Sampah sebagai upaya penanganan mandiri, akan terus digalakkan mulai dari tingkat RT dan RW, sekolah, sektor pemerintah bahkan swasta (industri).

“Kita sedang siapkan Program Zero Waste untuk penanganan sampah dengan melibatkan masyarakat. Dalam pelaksanaannya nanti sebenarnya program-program pengelolaan sampah mandiri yang pernah digalakkan dulu sudah bagus, tinggal kita massifkan lagi,” kata Asep, Kamis (2/2/17).

Program Zero Waste ini akan dimulai 2017 dengan diawali penghimpun data dasar terkait penanganan sampah, penyusunan target dan sasaran, pendampingan sumber daya manusia (masyarakat), sosialisasi dan langkah teknis penangan sampah langsung, sebagai penerapan dari hasil rangkaian kegiatan.

“Langkah teknis akan secara langsung dilakukan dengan mendatangi satu rumah ke rumah lainnya (door to door) dan melibatkan seluruh jajaran, baik pemerintah maupun komunitas pecinta lingkungan. memberdayakan tempat-tempat pengolahan sampah mandiri,” jelasnya.

Khusus untuk program door to door ini menurutnya untuk sementara difokuskan di Kota Soreang, yang merupakan program bantuan dari Mother Earth Foundation (MEF) Filipina. “Tapi rencananya selain di Kota Soreang, mau diarahkan juga ke desa-desa wisata,” imbuh Asep.

Sementara untuk penanganan sampah di tingkat pemerintahan desa, Bupati Bandung Dadang Naser mengatakan akan diintervensi program melalui Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). Dari situ bisa dibangun sinergitas antara Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli Lingkungan Hidup (KPLH), Bumdes dan masyarakat.

“Nantinya tiap APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) kan mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Rata-rata satu desa kan mendapat alokasi Rp1 sampai 1,5 miliar, bahkan ada yang mencapai Rp2 miliar. Dari anggaran tersebut harus dialokasikan pula untuk program pengolahan sampah di masing-masing pemerintahan desa atau melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk penyediaan sarana dan prasarana pengolahan sampah. Misalnya dengan penyediaan motor sampah atau pengadaan insenerator,” terang Dadang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.om – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menyoroti serius insiden robohnya plafon ruang kelas di SMKN 1 Soreang yang menyebabkan sejumlah siswa menjadi korban. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk bersikap terbuka dan transparan terkait pihak pelaksana proyek pembangunan tersebut, mengingat bangunan tersebut diketahui baru sekitar enam bulan digunakan. “Saya […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com – Kondisi Jembatan Junti Hilir di Jalan Raya Katapang–Andir Baleendah, tepatnya di Kampung Junti Hilir, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini mengkhawatirkan. Jalan di sisi jembatan mulai ambles dan pondasi terancam tergerus aliran Sungai Cikasungka, namun hingga kini belum terlihat penanganan nyata dari Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Air sungai yang terus mengikis badan jalan […]

Bale Bandung

BALEENDAH, balebandung.com – Jembatan Hijau Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah kembali menjadi sorotan warga. Belum genap beberapa bulan sejak diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada 9 Januari 2026, akses masuk jembatan itu justru harus diperbaiki karena dinilai terlalu curam, sempit, dan menyulitkan pengendara sepeda motor. Padahal saat peresmian, jembatan sepanjang 60 meter tersebut […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award di Food Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Dalam […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian atas prestasinya meraih predikat “Berkinerja Tinggi” dalam hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di Kantor […]

Bale Bandung

KERTASARI, balebandung.com – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Kabupaten Bandung menggelar giat penanaman 1.000 bibit pohon kopi, di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Minggu 26 April 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Kelompok Tani Fatayat Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. Ketua PC Fatayat Kabupaten […]