Bale Bandung

Pemkab Bandung Sosialisasikan Sabangsa Melalui Kampung KB

×

Pemkab Bandung Sosialisasikan Sabangsa Melalui Kampung KB

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, Pemkab Bandung mensosialisasikan program Sabilulungan Membangun Keluarga Sejahtera (Sabangsa) melalui Kampung Keluarga Berencana (KB).

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S,Ip., M.Ip mengungkapkan, program tersebut bertujuan untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga.

“Penerapan kedelapan fungsi ini akan membantu keluarga menjadi lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” ungkap bupati saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Sutan Raja Hotel, Soreang (15/7/19).

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyebutkan, jumlah posyandu di Kabupaten Bandung mencapai 4.288 buah, yang terdiri dari 738 madya, 1.601 purnama dan 1.949 mandiri.

“Jika dilihat dari jumlah posyandu tersebut, pembangunan KB di Kabupaten Bandung sangat luar biasa. Selain itu kita juga tidak memiliki Posyadu Pratama. Kita tinggal mengeluarkan inovasi agar masyarakat dapat memahami apa saja fungsi keluarga, sehingga program Sabangsa dapat dipahami oleh semua masyarakat,” jelas bupati.

Dalam pembangunan bidang KKBPK, ia berpendapat terdapat beberapa kendala, diantaranya perbedaan pandangan terhadap KB dan ketidakselarasan produk hukum terkait kependudukan dan KB.

“Padahal bagi pemerintah daerah sendiri, Program KB memiliki banyak keuntungan. Diantaranya menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu,” imbuh Dadang.

Pada kegiatan itu, dirinya meminta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung dan komponen pembangunan daerah agar melakukan berbagai langkah penguatan program KKBPK yang tepat sasaran.

“Oleh sebab itu, penguatan sinergitas dan komitmen para stake holder di seluruh tingkatan wilayah harus dilakukan. Saya berharap kegiatan ini dapat melahirkan kebijakan dan program yang berkontribusi untuk visi dan misi Pemkab Bandung,” harapnya.

Sementara Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung H. Hendi Ariadi Purwanto, SH., M.Si menjelaskan, rakerda tersebut bertujuannya untuk menyusun strategi dalam meningkatkan komitmen mendukung pemerintah dalam melaksanakan program KKBPK.

“Program KKBPK pada saat ini dihadapkan pada beberapa persoalan, seperti laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi yakni 1,63%, masih rendahnya pemakaian alat kontrasepsi MKJT (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) yaitu sekitar 24, 94% dari total akseptor dan masih kurangnya pengetahuan remaja terkait isu tentang reproduksi yang sehat,” jelas Hendi.

Dalam rangka mengatasi persoalan itu, lanjutnya, keberadaan Kampung KB bisa jadi salah satu solusi yang tepat, pasalnya keberadaaan Kampung KB di Kabupaten Bandung baru berjumlah 86 yang tersebar di 31 kecamatan.

“Dengan dibentuknya kampung KB ini, diharapkan dapat lebih menggelorakan kembali program KKBPK di tengah masyarakat. Melalui rakerda ini, diharapkan dapat menyatukan langkah semua pihak dalam membangun program KKBPK untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera serta masyarakat yang maju, mandiri dan berdaya saing, di mana pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang sesuai dengan visi dan misi Pemkab Bandung,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]