Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/baleband/public_html/index.php:1) in /home/baleband/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/class-counter.php on line 1053
Rakor Penanganan Citarum, Kerja Terintegrasi Mulai Sekarang! | Bale Bandung
Bale Jabar

Rakor Penanganan Citarum, Kerja Terintegrasi Mulai Sekarang!

×

Rakor Penanganan Citarum, Kerja Terintegrasi Mulai Sekarang!

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program dan Persiapan Ratas (Rapat Terbatas) Kabinet tentang Penataan Sungai Citarum di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (16/1/18). by Humas Pemprov Jabar
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program dan Persiapan Ratas (Rapat Terbatas) Kabinet tentang Penataan Sungai Citarum di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (16/1/18). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pihaknya bersama kementerian terkait lainnya sangat serius menangani persoalan Sungai Citarum dan sudah jadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

“Paling tidak lima tahun ke depan sudah semakin baik airnya dan aman untuk dikonsumsi, yang pasti harus kita mulai, kita harus konsisten makanya sosialisasi ini menjadi penting,” kata Luhut usai memimpin rapat koordinasi penanganan sungai citarum di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa (16/1/18).

Luhut menjelaskan, menangani persoalan Sungai Citarum tak bisa diselesaikan oleh masing-masing daerah, namun harus secara holistik antara pusat dan daerah. Pihaknya juga telah belasan kali mengadakan Rakor dan eksekusi di lapangan rencananya akan dilakukan pada Februari nanti. Hasil pada Rakor kali ini pun akan langsung diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Terbatas Kabinet penanganan Sungai Citarum di Bandung sore harinya.

“Kami juga sudah melaksanakan Rakor lebih dari 11 kali. Jadi, sekarang sudah waktunya kita sosialisasikan lebih jelas dan nanti sore langsung rapat kabinet terbatas dipimpin Presiden langsung untuk mengeksekusi planning ini. Kita berharap Ferbruari sudah bisa eksekusi rencana ini dan kita tidak main-main dalam hal ini,” tandasnya.

Dari segi pendanaan, Luhut menyebut, bisa mencapai triliunan rupiah yang berasal dari APBN, APBD 10 Kabupaten/ Kota, swasta yang tidak mengikat dan dukungan internasional.

“Pendanaan kita banyak berasal dari kementerian-kementerian terkait, daerah, hanya belum disinergikan semua cukup besar jumlahnya triliunan rupiah, bantuan internasional juga banyak yang nawarin, tapi belum kita putuskan,” ungkapnya.

Keberadaan Sungai Citarum yang bersih sepanjang 297 km jadi sangat penting karena menyuplai 80% air minum penduduk Jakarta. Citarum yang memiliki luas daerah aliran sungai sepanjang 1.132.334 meter persegi ini juga mengairi lahan pertanian seluas 420 ribu hektar, pembangkit listrik tenaga air sebesar 1.880 MW dan 27,5 juta jiwa masyarakat pemanfaat di Jabar dan DKI Jakarta.

Luhut berharap masyarakat Jabar dan pelaku industri di sepanjang DAS Citarum harus betul-betul bertekad membenahi sungai citarum yang kini telah terkontaminasi limbah industri dan rumah tangga.

“Saya katakan tadi masyarakat Jabar terutama yang langsung mengalami ini harus betul-betul bertekad, apa mau nanti generasi orang Jabar yang hidup di sepanjang DAS Citarum terkontaminasi logam-logam cair itu,” ucapnya.

Sementara itu, disinggung mengenai kehadirannya dalam Rakor tersebut, Menkopolhukam Wiranto menjelaskan, walaupun kewenangan ada di Kemenko Maritim, namun ia menilai, masih banyak persoalan hukum dalam penanganan Citarum. Wiranto mengatakan, saat ini masih ada praktek-praktek pungutan liar dan para broker yang membuat air Citarum menjadi kotor taktala mereka menguasai dataran sungai.

“Saya hadir karena saya tahu bahwa masih banyak masalah hukum yang masuk dalam penanganan Citarum ini. Tadi dilaporkan bahwa ada perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum, juga di situ ada palak-memalak, pungli, calo-calo, ada juga broker-broker yang membuat Citarum jadi lebih kotor lagi taktala menguasai dataran sungai kemudian menyewakan dan sebagainya, ini semua masalah hukum,” paparnya.

Di tempat yang sama Wagub Jabar Deddy Mizwar menuturkan, berbagai usaha telah dilakukan dalam menangani sungai citarum. Bahkan saat itu persoalan sampah sudah hilang secara signifikan. “Dulu kita bisa berjalan di atas sungai melewati tumpukan sampah yang sangat tebal, alhamdulillah saat ini sampah sudah hilang secara signifikan,” tuturnya.

Namun menurut Demiz, yang menjadi permasalahan kini adalah limbah cair dari pabrik dan limbah rumah tangga ditambah banjir yang masih sering terjadi karena alih fungsi lahan di hulu sungai. Di sisi lain pihaknya juga telah melakukan pendekatan kultural dengan membangun masyarakat ecovillage sejak dua tahun lalu di 130 desa di sepanjang Sungai Citarum.

“Masalah alih fungsi lahan yang juga menciptakan banjir karena sedimentasi yang sangat tinggi ini pun perlu pendekatan dan penegakan hukum,” imbuh Wagub.

Demiz optimistis, predikat sungai terkotor, kemudian menjadi terhitam akan segera hilang dan akan jadi sungai terbersih minimal di Jabar. “Kami harapkan agar dari sungai terkotor menjadi sungai terhitam dan nanti menjadi sungai yang terbersih di Jabar minimal. Saya berfikir seluruh pihak harus bekerjasama pemerintah, akademisi, komunitas, masyarakat dan juga para pengusaha yang ada di sepanjang DAS Citarum.Tanpa kerja sama tidak akan optimal,” pungkas Demiz.[]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan independensi pers semakin diuji di tengah derasnya arus informasi digital dan tekanan ekonomi yang dihadapi media. Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan Pengurus PWI Jawa Barat periode 2026–2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026). Menurut Dedi, media kini tidak hanya bersaing dengan sesama media, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat memasuki babak baru. Di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026), Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir melantik Tantan Sulthon B, S.Sos., M.Sos. sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PWI Jabar dengan struktur yang tidak hanya menggarap urusan organisasi, tetapi […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]