Bale Jabar

Sasakala Gunung Geulis: Ketika Cinta Mengabadikan Sebuah Nama

×

Sasakala Gunung Geulis: Ketika Cinta Mengabadikan Sebuah Nama

Sebarkan artikel ini
User comments

JATINANGOR, balebandung.com – Orang-orang tua di Jatinangor masih menyimpan sebuah kisah yang diwariskan dari mulut ke mulut. Mereka percaya, di puncak Gunung Geulis terdapat sebuah makam tua yang selama puluhan tahun dikenal sebagai Makam Putri Geulis. Tak ada prasasti yang menjelaskan siapa perempuan itu. Tak ada pula babad yang secara tegas menuliskan namanya. Yang bertahan hingga hari ini hanyalah cerita, dan seperti kebanyakan legenda Sunda, justru cerita itulah yang membuatnya tetap hidup.

Konon, perempuan itu memiliki paras yang demikian rupawan hingga kecantikannya menjadi buah bibir di seluruh Tatar Priangan. Namun kecantikan bukanlah alasan mengapa namanya terus dikenang. Yang membuatnya abadi adalah cinta. Ia dicintai dengan begitu dalam oleh seorang lelaki yang kelak dipercaya memerintah wilayah di sekitar Gunung Geulis. Dalam banyak tutur lisan, sang suami tak pernah melihat kecantikan istrinya sebagai kebanggaan yang layak dipamerkan, melainkan anugerah yang harus dijaga.

Masyarakat kemudian berkisah, setiap kali memandang punggung gunung yang hijau dan tenang itu, sang suami selalu teringat kepada perempuan yang paling ia cintai. Gunung itu menjadi saksi perjalanan hidup mereka; tempat berburu, tempat beristirahat, juga tempat keduanya menikmati kesunyian jauh dari hiruk-pikuk kehidupan istana.

Ketika sang istri wafat, ia dimakamkan di puncak bukit yang menghadap ke seluruh lembah. Sejak itulah, masyarakat mulai menyebutnya Gunung Geulis—gunung yang menyimpan kenangan tentang seorang perempuan cantik yang dicintai tanpa syarat.

Tak seorang pun kini dapat memastikan apakah kisah itu benar-benar pernah terjadi. Naskah Babad Sumedang Larang tak pernah menyebut nama Putri Geulis. Babad Ukur pun tak memberikan petunjuk yang lebih jelas. Arsip-arsip kolonial Belanda yang merekam banyak wilayah Priangan juga nyaris tak menyisakan jejak tentang perempuan yang dipercaya dimakamkan di puncak gunung tersebut. Sejarah seolah memilih diam, sementara folklore terus berbicara.

Barangkali memang begitu cara masyarakat Sunda menjaga ingatan. Ketika fakta berhenti mencatat, cerita mengambil alih. Ketika nama seseorang hilang dari lembar sejarah, cinta justru membuatnya tetap dikenang. Sebab dalam banyak legenda, yang bertahan bukan siapa yang berkuasa, melainkan siapa yang paling dicintai.

Secara administratif, Gunung Geulis berada di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, namun kaki gunungnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung sehingga sering dianggap sebagai bagian dari lanskap Jatinangor-Rancaekek. Gunung ini berketinggian sekitar 1.281 meter di atas permukaan laut (mdpl).

  • Gunung: Gunung Geulis
  • Desa utama: Desa Cisempur
  • Kecamatan: Jatinangor
  • Kabupaten: Sumedang
  • Provinsi: Jawa Barat

Namun lereng selatan dan barat Gunung Geulis juga bersinggungan dengan beberapa desa di sekitar Jatinangor, antara lain:

  • Desa Cibeusi
  • Desa Sayang
  • Desa Hegarmanah
  • Desa Cikeruh

Sedangkan jika dilihat dari arah Kabupaten Bandung, gunung ini tampak sangat dekat dengan:

  • Desa Linggar
  • Desa Bojongloa
  • Kecamatan Rancaekek
  • Kecamatan Cileunyi

Itulah sebabnya banyak warga Rancaekek dan Cileunyi merasa Gunung Geulis “milik mereka”, padahal secara administratif puncaknya masuk wilayah Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan penuturan masyarakat dan jalur pendakian yang umum digunakan, makam yang dikenal sebagai Makam Putri Geulis berada di puncak atau kawasan puncak Gunung Geulis.

Sampai hari ini, cungkup sederhana di puncak Gunung Geulis masih didatangi peziarah dan para pendaki. Sebagian datang untuk berdoa, sebagian lagi hanya ingin menyaksikan tempat yang selama ini hidup dalam cerita. Mereka pulang tanpa memperoleh jawaban tentang siapa sebenarnya penghuni makam itu. Namun hampir semua membawa pulang satu keyakinan yang sama: tak mungkin sebuah gunung dinamai “Geulis” bila tidak pernah ada kisah yang begitu indah di baliknya.

Mungkin itulah alasan legenda tidak pernah mati. Ia tidak lahir untuk membuktikan kebenaran, melainkan untuk mengingatkan manusia bahwa cinta yang tulus selalu menemukan jalannya sendiri untuk dikenang. Kadang melalui puisi. Kadang melalui lagu. Dan di Jatinangor, mungkin melalui sebuah gunung yang hingga hari ini masih dipanggil dengan satu kata sederhana, tetapi penuh makna: Geulis.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

JATINANGOR, balebandung.com – Presiden RI Prabowo Subianto menitipkan pesan khusus kepada 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII yang resmi dilantik di Lapangan Parade Abdi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Selasa (28/7/2026). Menurut Presiden, keberadaan seorang pamong praja bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi menjadi representasi negara yang harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. […]

Bale Jabar

JATINANGOR, balebandung.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak cukup hanya menguasai teori pemerintahan. Mereka dituntut menjadi birokrat yang mampu melahirkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan sekaligus menjunjung tinggi integritas dalam melayani masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda IPDN Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung […]

Bale Jabar

JATINANGOR, balebandung.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa upaya mencegah korupsi di daerah pada akhirnya bergantung pada integritas masing-masing kepala daerah. Menurutnya, sebaik apa pun sistem pengawasan dan pembinaan yang dibangun pemerintah, penyimpangan tetap bisa terjadi apabila integritas penyelenggara pemerintahan lemah. Hal itu disampaikan Tito Karnavian saat doorstop usai Wisuda Institut Pemerintahan Dalam […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar tengah disiapkan menjadi agenda tahunan berskala nasional bahkan internasional yang akan digelar di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung. Rencananya, festival berlangsung selama satu bulan, mulai pekan kedua Oktober hingga pekan kedua November 2026. Festival ini merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan Festival Al Mumtaz yang sebelumnya telah digelar […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Puluhan wartawan mendatangi Mapolda Jawa Barat, Jumat (24/7/2026), dengan satu tuntutan yang tidak bisa ditawar: Polri harus menuntaskan proses hukum terhadap Hotman Paris Hutapea dan tidak boleh menghentikan perkara dengan alasan apa pun. Aksi yang dipimpin Taufik M itu menjadi simbol perlawanan terhadap pernyataan yang dinilai telah merendahkan martabat profesi wartawan. Bagi […]

Bale Jabar

TASIKMALAYA, Balebandung.com – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih terus mendorong lahirnya generasi emas Indonesia yang berkarakter sekaligus memperkuat profesionalisme prajurit TNI AD. Komitmen tersebut ditegaskan saat melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya, Kamis (23/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pangdam menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya sebelum melanjutkan agenda dengan memberikan […]