Bale Bandung

Si Jalak Harupat (6): Masuk ke Sarang Singa

×

Si Jalak Harupat (6): Masuk ke Sarang Singa

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Suatu sore, setelah sebuah pertemuan organisasi berakhir, seorang rekan bertanya kepada Oto.

“Kalau semua kritik hanya disampaikan di ruang rapat seperti ini, siapa yang akan mendengarnya?” Pertanyaan itu sederhana, tetapi terus terngiang di kepalanya.

Selama bertahun-tahun Oto bergerak melalui pendidikan dan organisasi. Ia melihat sendiri bagaimana masyarakat mulai berubah. Namun ia juga menyadari bahwa banyak keputusan penting tetap dibuat jauh dari rakyat.

Pada masa itulah kesempatan untuk masuk ke Volksraad mulai terbuka.

Volksraad adalah Dewan Rakyat bentukan pemerintah kolonial. Di atas kertas, lembaga itu menjadi tempat berbagai kelompok menyampaikan aspirasi. Namun hampir semua orang tahu bahwa kekuasaan sesungguhnya tetap berada di tangan pemerintah Hindia Belanda.

Sebagian aktivis memandang Volksraad dengan sinis. Menurut mereka, lembaga itu tidak lebih dari panggung sandiwara politik.

Namun Oto melihatnya dengan cara berbeda. Jika ada ruang untuk berbicara, sekecil apa pun, ruang itu harus digunakan.

Keputusan masuk ke Volksraad bukan keputusan mudah. Banyak rekan seperjuangannya mempertanyakan langkah tersebut. Mereka khawatir kehadiran tokoh bumiputra di lembaga kolonial justru dimanfaatkan Belanda untuk menunjukkan bahwa pemerintah telah bersikap demokratis.

Oto memahami kritik itu. Tetapi ia tetap melangkah. Baginya, yang terpenting bukan kursinya. Yang terpenting adalah apa yang bisa dilakukan dari kursi itu.

Hari pertama memasuki ruang sidang Volksraad memberi kesan yang sulit dilupakan. Di ruangan itu berkumpul pejabat kolonial, wakil berbagai kelompok masyarakat, dan tokoh-tokoh politik dari berbagai daerah.

Di sanalah kebijakan dibicarakan. Di sanalah arah pemerintahan ditentukan. Dan di sanalah Oto memutuskan untuk membawa suara yang selama ini jarang didengar.

Pada awalnya, banyak orang menganggapnya hanya salah satu wakil bumiputra di antara sekian banyak anggota dewan. Namun kesan itu tidak bertahan lama.

Ketika mulai berbicara, Oto menunjukkan karakter yang sama seperti ketika aktif di Paguyuban Pasundan. Ia tetap lugas. Tetap langsung. Tetap berani.

Ia mengkritik ketimpangan pendidikan, mempertanyakan perlakuan berbeda antara orang Eropa dan bumiputra dan berbicara tentang hak masyarakat yang selama ini sering diabaikan.

Tapi tidak semua orang menyukai sikapnya. Beberapa pejabat kolonial menganggapnya terlalu keras. Sebagian anggota dewan merasa ia terlalu sering menyinggung persoalan yang dianggap sensitif.

Namun justru karena itulah namanya mulai dikenal lebih luas. Si Jalak Harupat kini tidak lagi hanya dikenal di lingkungan Sunda. Namanya mulai terdengar hingga ke berbagai daerah di Hindia Belanda.

Dan untuk pertama kalinya, Oto merasakan bahwa perjuangan yang selama ini dilakukan melalui sekolah dan organisasi telah membawanya ke arena yang jauh lebih besar. Arena tempat setiap kata memiliki konsekuensi.*** bersambung

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan. Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.555.150.000. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 19 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Berdasarkan dokumen LHKPN, harta kekayaan Ketua DPRD […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), di Kompleks Seskoad Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Kehadiran SBY menjadi bagian dari pembekalan kepemimpinan strategis bagi para calon pemimpin TNI AD dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan pertahanan yang terus […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyatakan Stadion Si Jalak Harupat siap menjadi venue atau lokasi pembukaan Piala Presiden 2026 pada Sabtu (25/7/26) mendatang. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, seusai melakukan peninjauan kesiapan akhir Stadion Si Jalak Harupat bersama Kepala Dispora Kabupaten Bandung Dicky Anugerah dan Panpel, Selasa (21/7). […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung akan dimulai pada Oktober 2026. Sekolah berasrama yang dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektare itu diproyeksikan mampu menampung hingga 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Bandung. Kepastian […]

Bale Bandung

PACET, balebandung.com – Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Ny. Paulina Uli Simanjuntak, meninjau Jembatan Gantung Perintis Garuda II di Kampung Rumbia, Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Senin (20/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kuat kebersamaan antara TNI dan rakyat. “TNI […]