ARJASARI, balebandung.com –Kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat kembali diwujudkan. Danpussenif Letjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M. melaksanakan peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda Citiis Desa Baros disertai pembagian sembako kepada masyarakat setempat.
Peresmian jembatan yang menghubungkan Desa Baros dengan Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung tersebut berlangsung pada Rabu (14/10/2026) dan dihadiri Camat Arjasari, Kepala Desa Baros, dan Kepala Desa Mekarjaya.
Letjen TNI H. Iwan Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan jembatan gantung untuk rakyat sudah dilaksanakan TNI sejak dahulu, dan jembatan Citiis ini tidak luput atas aspirasi dan pengajuan dari Arya Everest selaku anggota DPRD Kabupaten Bandung. Karena berhalangan hadir, beliau menitipkan salam hormat untuk seluruh masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini digagas oleh Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto. Jembatan yang dibangun sepanjang sekitar 60 meter untuk menghubungkan Desa Baros dengan Desa Mekarjaya ini Alhamdulillah sekarang telah usai dibangun dengan tujuan agar dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat serta dapat meningkatkan perekonomian rakyat, terutama bagi para petani agar dapat menjadi sarana transportasi untuk mengangkut hasil panennya,” jelas Letjen TNI H. Iwan Setiawan.
Untuk Keselamatan Anak Sekolah dan Petani
Dibangunnya jembatan ini juga sangat bermanfaat bagi anak-anak sekolah agar dalam menuju sekolah dapat dengan mudah dan singkat tanpa harus mengarungi arus sungai.
“Apalagi di musim hujan dengan kondisi arus deras yang dapat mengakibatkan kecelakaan bahkan merenggut nyawa, jembatan ini menjadi penyelamat,” ujar Letjen Iwan.
Titip Jembatan Untuk Dijaga Bersama
Dalam sambutannya, Letjen Iwan menegaskan agar jembatan dijaga dan dirawat bersama.
“Saya titipkan jembatan ini agar betul-betul dijaga dan dirawat supaya tidak mudah rusak. Karena jembatan gantung ini mempunyai keterbatasan kekuatan, jangan sampai melintas atau menyeberang dengan kapasitas berlebihan, apalagi 50 sampai 100 orang secara bersamaan,” tegasnya.
Jembatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk wisata, swafoto, hingga prewedding, asal digunakan dengan bijak.
“Silahkan untuk wisata atau prewedding, tapi jangan digunakan secara bersamaan banyak orang sambil digoyang-goyang, itu akan menyebabkan runtuhnya jembatan dan mengakibatkan kecelakaan,” pungkasnya.
Acara peresmian ditutup dengan pembagian paket sembako kepada warga sekitar dan doa bersama agar jembatan membawa berkah bagi kemajuan dua desa.***







