balebandung.com – Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia (YBKI) akan menggelar Bakti Indonesia: Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah.
Ketua YBKI, Mulia Jayaputri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat semangat keberagaman melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan kemanusiaan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat dirasakan semua kalangan. Semangat berbagi menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan dalam keberagaman,” ujar Mulia dalam keterangannya.
Selama penyelenggaraan kegiatan, masyarakat dapat mengikuti berbagai layanan kesehatan tanpa dipungut biaya, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata, pemeriksaan jantung, hingga deteksi dini kanker payudara.
Selain pelayanan kesehatan, YBKI juga menyiapkan sejumlah diskusi publik dan health talk yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan praktisi kesehatan, budayawan, tokoh masyarakat, hingga publik figur.
Sejumlah artis dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Aldi Taher, Fatur, Paramitha Rusady, dan Sania. Sementara dari kalangan budayawan dan tokoh nasional akan hadir Sujiwo Tejo serta Inayah Wahid yang akan berbagi pandangan mengenai kebangsaan, toleransi, dan keberagaman.
YBKI juga menghadirkan sejumlah pakar di bidang kesehatan dan psikologi, di antaranya Dr. Riamiyati dan psikolog Peter Nelwan, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun kesehatan mental.
Pemilihan Klenteng Agung Sam Poo Kong sebagai lokasi kegiatan dinilai memiliki makna simbolis sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang budaya, agama, dan etnis yang selama ini menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, YBKI berharap pelayanan sosial dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.***







