Bale Bandung

28 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Bencana Alam, Bupati : Kami Siagakan Personel Antisipasi Bencana

×

28 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Bencana Alam, Bupati : Kami Siagakan Personel Antisipasi Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung H Dadang Supriatna meninjau alat berat antiwipasi bencana. Poto dok. Humas

BANDUNG, Balebandung.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi, terus mengguyur wilayah Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung.

Bahkan sejumlah kecamatan sejak hari Rabu mengalami bencana seperti longsor dan banjir.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyiagakan personel dari unsur terkait di Kabupaten Bandung, guna mengantisipasi bencana alam.

Diakui Bupati, bahwa dari 31 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung, hampir semuanya rawan bencana alam.

“Kami siagakan personel dan alat infrastruktur guna mengantisipasi bencana alam, karena di Wilayah kami ini 28 Kecamatan itu potensi rawan bencana alam, ” paparnya, Jumat 12 November 2021 usai apel siaga bencana.

Bupati menegaskan, akan terus berkordinasi dengan lembaga terkait, perihal penanganan bencana alam.

“Saat ini ada Enam titik bencana alam saat ini arjasari, Pacet, Kertasari dan perbatasan Garut. Saya akan pantau langsung kondisi disana untuk memutuskan langkah penanganan antisipasi bencana susulan, dan pencegahannya,” papar Bupati.

Ditegaskannya, Pemkab Bandung akan melakukan langkah selanjutnya dalam penanganan bencana.

“Akan kita rumuskan strateginya kedepan dalam manajemen bencana di Kabupaten Bandung ini,” pungkasnya.

Dalam apel siaga bencana, hadir Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Kasatpol PP Kabupaten Bandung.***(dr)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]