Bale Bandung

Sarling Terakhir Ridwan Kamil Sempatkan Beli Asin di Pasar Soreang

×

Sarling Terakhir Ridwan Kamil Sempatkan Beli Asin di Pasar Soreang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat kegiatan Sarling di SMKN 1 Soreang, Kab Bandung, Senin (28/8/23).

SOREANG, Balebandung.com – Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil menyempatkan diri membeli ikan asin saat kunjungannya ke Pasar Sehat Soreang dalam kegiatan Siaran Keliling (Sarling), Senin (28/8/2023). Ridwan Kamil amit mundur ke warga Jabar dalam kegiatan ini karena masa jabatannya sebagai Gubernur Jabar bakal berakhir September 2023.

Kehadirannya di Pasar Soreang yang didampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan itu disambut antusias para pedagang pasar maupun masyarakat.

Usai melakukan kunjungan ke Pasar Sehat Soreang, Gubenur Jabar bersama Bunda Literasi Atalia Praratya melaksanakan kunjungan Sarling Jabar ke SMKN 1 Soreang, Kabupaten Bandung dan menjadi bagian akhir dari rangkaian program Sarling Jabar yang di Kabupaten Bandung.

Di hadapan ratusan siswa-siswi yang hadir memadati lokasi kegiatan, Rdwan Kamil menyampaikan periode kepemimpinannya sebagai Gubernur Jabar akan segera berakhir September 2023. Karenanya, Kang Emil – sapaan akrab Ridwan Kamil – berpesan empat hal kepada siswa-siswi yang hadir.

“Yang pertama, anak-anak Jawa Barat harus sehat-sehat setuju? Tidak boleh ada lagi stunting di Jawa Barat. Para remajanya harus sehat, tidak boleh anemia. Sehingga walau rambut Ayu Ting Ting tidak keriting, cegah stunting itu penting. Yang kedua, setelah sehat, otaknya cerdas. Makanya belajarnya harus rajin,” ucap Kang Emil.

Selain kedua pesan tersebut, dirinya juga berpesan akan pentingnya akhlakul karimah. Karena menurutnya buat apa otaknya pintar, kalau akhlaknya julid. Buat apa pintar, sehat, tapi tukang bully.  “Ingat, menurut syariat adab lebih dulu daripada ilmu,” tambahnya. Kemudian, yang terakhir, Kang Emil berpesan agar semua anak Jawa Barat harus ahli ibadah.

Ia juga menjelaskan berbagai prestasi dan penghargaan yang telah diraih Pemprov Jabar selama lima tahun dirinya memimpin. Dimana, melalui kegiatan seperti Sarling, diakui dirinya menjadi salah satu media untuk monitoring dan evaluasi pembangunan di daerah.

“Sarling merupakan cara kami bersama mitra kerja mengevaluasi sekaligus memonitor berbagai progress pembangunan di kabupaten/kota,” ungkap Ridwan Kamil.

Pada kesempatan Sarling penutup kali ini juga hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa, mendampingi Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya meninjau langsung berbagai Pelayanan Program Bangga Kencana.

Mulai dari Pelayanan KB-Kespro yang dilakukan di Mobil Unit Pelayanan DP2KBP3A Kabupaten Bandung (MUYAN KB). Diawali dengan Pelayanan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui IVA Test dilakukan pada 25 calon akseptor. Sementara pelayanan KB dilakukan kepada 20 Akseptor Implant dan 15 akseptor IUD.

Selain itu ada juga Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Bina Keluarga Balita (BKB) di Posyandu Semangka, Desa Cingcin, Kec. Soreang, Generasi Berencana (Genre) di SMKN 1 Soreang, serta berbagai pelayanan lainnya yang bisa diakses oleh masyarakat setempat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang turut mendampingi mengatakan, kunjungan Gubenur Jabar ke Kabupaten Bandung kali ini merupakan daerah terakhir.

“Sekaligus beliau mau pamit ke masyarakat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. Karena beliau sebentar lagi mau mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jabar,” kata Bupati Bandung.

Bupati memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jabar yang sudah berkiprah selama lima tahun di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung. “Semoga kinerja yang baik ini mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin yra,” ucapnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]