Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/baleband/public_html/index.php:1) in /home/baleband/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/class-counter.php on line 1053
PSDK Desak Evaluasi Total Perpres Citarum, Program Dinilai Melemah Sejak 2025 | Bale Bandung
Bale Bandung

PSDK Desak Evaluasi Total Perpres Citarum, Program Dinilai Melemah Sejak 2025

×

PSDK Desak Evaluasi Total Perpres Citarum, Program Dinilai Melemah Sejak 2025

Sebarkan artikel ini
Warga membersihkan sampah di sungai

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei.

Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum dinilai melemah sejak akhir 2025. Menurut dia, kegiatan yang sebelumnya dijalankan TNI, Satuan Tugas, organisasi perangkat daerah, dan tim terkait mulai berkurang, bahkan di sejumlah lokasi nyaris tidak terlihat.

“Di lapangan kami menemukan kegiatan semakin berkurang. Banjir masih terjadi saat musim hujan, sampah belum tertangani, pembuangan limbah industri masih berlangsung, pengawasan melemah, kegiatan penanaman dan pembibitan terhenti, bahkan sekretariat Satgas di beberapa sektor terlihat tidak aktif,” kata Ahmad Gunawan dalam siaran pers, Sabtu, 16 Mei 2026.

Hari Citarum ditetapkan pada 24 Mei 2016 setelah Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung mengabulkan gugatan Koalisi Melawan Limbah terhadap izin pembuangan limbah cair tiga perusahaan tekstil di kawasan Rancaekek, Kabupaten Sumedang. Putusan itu kemudian dikuatkan hingga tingkat Mahkamah Agung pada 2017.

Menurut Ahmad, Perpres Nomor 15 Tahun 2018 hingga kini belum pernah dievaluasi secara komprehensif, meski telah berjalan lebih dari tujuh tahun. PSDK juga menilai rencana aksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum 2019-2025 yang diatur melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat era Ridwan Kamil telah berakhir pada 2025.

Karena itu, kata Ahmad, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai Komandan Satuan Tugas PPK DAS Citarum perlu menerbitkan regulasi baru yang mengacu pada pola dan rencana pengelolaan wilayah Sungai Citarum. Regulasi baru itu dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan antara Perpres Citarum dan dokumen pengelolaan wilayah sungai yang diterbitkan pemerintah pusat.

PSDK mencatat sedikitnya tujuh persoalan utama dalam pelaksanaan kebijakan Citarum, yakni belum adanya evaluasi menyeluruh terhadap Perpres 15/2018, lemahnya rujukan terhadap dokumen pengelolaan wilayah sungai, berakhirnya Pergub Rencana Aksi 2019-2025, kecilnya peran bupati dan wali kota, rendahnya pelibatan komunitas, serta belum jelasnya transparansi dan akuntabilitas anggaran.

Ahmad mengatakan, masyarakat dan komunitas lokal yang selama ini aktif merawat Citarum justru belum mendapat ruang yang memadai dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Padahal, sebelum Perpres diterbitkan, komunitas lingkungan telah lebih dulu bergerak dalam pencegahan dan penanganan pencemaran DAS Citarum.

“Pemerintah dan pemerintah daerah harus memperkuat kelompok masyarakat yang selama ini berperan aktif merawat, memulihkan, menjaga, mencegah, dan menangani pencemaran serta kerusakan DAS Citarum,” ujar Ahmad.

PSDK juga meminta pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota di DAS Citarum, TNI, kepolisian, dan pihak terkait membuka evaluasi atas keberhasilan dan kegagalan program Citarum. Evaluasi itu, menurut Ahmad, harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan publik.

Selain itu, PSDK mendorong bupati dan wali kota di kawasan DAS Citarum memasukkan program pencegahan dan penanganan pencemaran ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik RKPD maupun RPJMD. Pemerintah juga diminta memperkuat fungsi Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citarum sebagai wadah koordinasi para pihak.

“Pengelolaan Citarum tidak bisa hanya menjadi urusan Satgas. Pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat harus diberi ruang yang kuat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan,” kata Ahmad.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Telkom University menetapkan sanksi administratif dan akademik terhadap dua mahasiswa terkait kasus perundungan di asrama putra yang terjadi Jumat (9/10). Sementara pemeriksaan terhadap mahasiswa lainnya masih berlangsung. Kasus tersebut melibatkan empat mahasiswa putra, terdiri dari tiga mahasiswa yang diduga sebagai pelaku dan satu mahasiswa sebagai korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa itu berupa […]

Bale Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Telkom University (Tel-U) tengah menangani dugaan perundungan di lingkungan kampus yang menjadi perhatian publik. Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dalam siaran pers tertanggal 10 Oktober 2026, Tel-U menegaskan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan mahasiswa […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) memperkuat peran dalam percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, dan intervensi berbasis data. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program kesehatan lebih tepat sasaran. Pesan tersebut disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) dalam pelantikan pengurus DPC PERSAGI Kabupaten Bandung periode […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Sebuah pesan dari Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. mengalir ke ruang para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran Polresta Bandung. Ada enam butir arahan disampaikan di mana setiap butirnya menyimpan tekanan moral. Butir pertama, setiap pimpinan melakukan pengawasan melekat kepada anggota. Jangan sampai ada pelanggaran. Jangan sampai ada kejahatan. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Kepedulian Lanud Sulaiman terhadap persoalan lingkungan dan penanganan banjir mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM). Gubernur Jabar menilai Lanud Sulaiman turut berperan aktif dalam upaya normalisasi sungai sebagai langkah mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Margahayu dan sekitarnya. Hal tersebut disampaikan Gubernur KDM saat transit di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan pentingnya evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai dasar perbaikan kinerja perangkat daerah. Hal itu disampaikan dalam agenda Penetapan Peringkat SAKIP Award 2026 dan Pemberian Penghargaan kepada Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung di Grand Sunshine Soreang, Jumat (9/10/2026). Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mengatakan, […]