Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/baleband/public_html/index.php:1) in /home/baleband/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/class-counter.php on line 1053
Niskala Wastu Kancana, Penerus Prabu Wangi Linggabuana: Anak Bubat yang Jadi Raja Besar | Bale Bandung
Bale Bandung

Niskala Wastu Kancana, Penerus Prabu Wangi Linggabuana: Anak Bubat yang Jadi Raja Besar

×

Niskala Wastu Kancana, Penerus Prabu Wangi Linggabuana: Anak Bubat yang Jadi Raja Besar

Sebarkan artikel ini
ilustrasi Prabu Niskala Wastu Kancana dan Prasasti Kawali I.

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja.

Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan rombongan Sunda. Bubat juga menghasilkan anak yatim politik: Niskala Wastu Kancana. Ia kehilangan ayahnya dalam tragedi yang, menurut pembacaan kita, lahir dari ambisi kekuasaan Gajah Mada yang mengubah perkawinan kerajaan menjadi penaklukan.

Tapi justru dari luka itu, lahir salah satu raja Sunda paling penting. Dalam kutipan Carita Parahyangan  disebut:

“Ayana seuweu Prebu Wangi, ngaranna inyana Prebu Niskala Wastu Kancana…”

Artinya: ada seorang putra Prabu Wangi bernama Prabu Niskala Wastu Kancana. Ia kemudian dipusarakan di Nusa Larang, di Giri Wanakusuma. Artikel menyebut ia memerintah sangat lama, 104 tahun menurut Carita Parahyangan, karena sempurna mengamalkan agama sehingga tercapai keadaan kretayuga, keadaan sejahtera dan tertib.

Yang paling menarik: Carita Parahyangan menggambarkan Wastu Kancana sebagai raja yang bertindak dewasa meskipun usianya muda, karena ia tunduk pada tuntunan satmata, yaitu pengasuhnya, Hyang Bunisora/Batara Guru di Jampang.

Artinya, Wastu Kancana tidak besar sendirian. Ia dibentuk oleh pendidikan politik dan spiritual pamannya.

Bunisora: Wali Kerajaan Setelah Bubat

Setelah Bubat, Sunda tidak langsung menyerahkan takhta kepada anak kecil, sehingga pemerintahan dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora. Bunisora digambarkan sebagai raja-pendeta yang tekun mendalami agama dan oleh Carita Parahyangan digelari satmata, yaitu tingkat batin kelima dan tingkat tertinggi bagi seseorang yang masih mencampuri urusan dunia. Di bawah asuhannya, Wastu Kancana menerima pendidikan lengkap: kenegaraan dan keagamaan.

Jika Bubat merenggut ayah Wastu Kancana, Bunisora menyelamatkan masa depan Sunda.

Bunisora bukan sekadar raja pengganti. Ia adalah penjaga kesinambungan kerajaan setelah trauma Bubat. Ia memastikan anak Prabu Linggabuana tidak hanya mewarisi takhta, tapi juga mewarisi ajaran, disiplin, dan etika kepemimpinan Sunda.

Wastu Kancana sebagai Jawaban Sunda atas Bubat

Kalau kita kaitkan dengan tragedi Bubat, Wastu Kancana bisa dibaca sebagai jawaban sejarah Sunda terhadap penghinaan Majapahit.

Gajah Mada hendak menjadikan Sunda sebagai pihak taklukan. Tetapi setelah Bubat, Sunda tidak lenyap. Justru anak Prabu Linggabuana tumbuh menjadi raja panjang umur, raja teladan, dan raja yang memulihkan martabat kerajaan.

Bisa dibilang, masa Wastu Kancana sebagai masa kesejahteraan. Dalam gambaran Carita Parahyangan, sang rama, sang resi, sang disri, dan sang tarahan dapat menjalankan tugasnya dengan leluasa. Bahkan unsur kosmis seperti air, cahaya, angin, angkasa, dan eter digambarkan merasa betah berada dalam naungan sang pelindung dunia. Ini tentu bahasa hiperbolis, tetapi maksudnya jelas: pemerintahan Wastu Kancana dipandang ideal dan membawa ketertiban.

Wastu Kancana sebagai salah satu dari dua tokoh raja yang paling menonjol dalam pelaksanaan Siksakandang Karesian, bersama Prabu Darmasiksa. Wastu Kancana dikaitkan dengan Kerajaan Kawali.

Ajaran Wastu Kancana

Ajaran yang ditinggalkan Wastu Kancana diringkas dalam dua prinsip:

pakena gawe rahayu
membiasakan diri berbuat kebajikan

dan

pakena kereta bener
membiasakan diri berbuat kesejahteraan sejati

Kedua prinsip ini sebagai sumber kejayaan dan kesentosaan negara.

Ini bisa kita jadikan kontras tajam dengan Gajah Mada yang memakai politik penaklukan. Sementara Wastu Kancana memakai politik kebajikan.

Gajah Mada mengubah perkawinan menjadi subordinasi. Wastu Kancana menjaga kerajaan melalui tata, ajaran, dan kesejahteraan.

Gajah Mada meninggalkan darah di Bubat. Wastu Kancana meninggalkan contoh pemerintahan yang disebut kretayuga.

Di bawah asuhan Bunisora, Wastu Kancana dibentuk menjadi raja yang matang secara politik dan spiritual.

Ketika naik takhta pada usia 23 tahun, ia bergelar Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. Ia menggantikan Bunisora dan kemudian menjadi contoh konkret pengamalan Siksakandang Karesian dalam pemerintahan Sunda.

Bubat membunuh Prabu Linggabuana, tetapi tidak membunuh Sunda. Dari anak yang ditinggalkan tragedi itu, lahir Niskala Wastu Kancana: raja yang memulihkan martabat, menata kembali kerajaan, dan dikenang Carita Parahyangan sebagai pemimpin teladan.

Gajah Mada boleh menumpahkan darah Sunda di Bubat, tetapi ia gagal memadamkan garis Kerajaan Sunda. Bearti pula, Gajah Mada gagal dalam mewujudkan Sumpah Palapa.

Anak Prabu Linggabuana yang selamat, Niskala Wastu Kancana, justru tumbuh menjadi raja besar—sebuah bantahan hidup terhadap ambisi penaklukan Majapahit.

Dalam Carita Parahyangan, Wastu Kancana bukan hanya pewaris darah Prabu Linggabuana. Ia adalah pewaris martabat yang hendak dirampas di Bubat.

Jika Gajah Mada menjadikan perkawinan sebagai alat penaklukan, Wastu Kancana kelak membangun kembali Sunda melalui kebajikan, tata pemerintahan, dan ajaran. Carita Parahyangan menggambarkannya sebagai raja yang memerintah lama, membawa kesejahteraan, dan menjadi teladan bagi generasi kemudian. Dalam dirinya, Sunda menjawab Bubat bukan dengan tunduk, melainkan dengan bertahan.*** by iwa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Telkom University menetapkan sanksi administratif dan akademik terhadap dua mahasiswa terkait kasus perundungan di asrama putra yang terjadi Jumat (9/10). Sementara pemeriksaan terhadap mahasiswa lainnya masih berlangsung. Kasus tersebut melibatkan empat mahasiswa putra, terdiri dari tiga mahasiswa yang diduga sebagai pelaku dan satu mahasiswa sebagai korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa itu berupa […]

Bale Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Telkom University (Tel-U) tengah menangani dugaan perundungan di lingkungan kampus yang menjadi perhatian publik. Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dalam siaran pers tertanggal 10 Oktober 2026, Tel-U menegaskan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan mahasiswa […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) memperkuat peran dalam percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, dan intervensi berbasis data. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program kesehatan lebih tepat sasaran. Pesan tersebut disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) dalam pelantikan pengurus DPC PERSAGI Kabupaten Bandung periode […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Sebuah pesan dari Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. mengalir ke ruang para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran Polresta Bandung. Ada enam butir arahan disampaikan di mana setiap butirnya menyimpan tekanan moral. Butir pertama, setiap pimpinan melakukan pengawasan melekat kepada anggota. Jangan sampai ada pelanggaran. Jangan sampai ada kejahatan. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Kepedulian Lanud Sulaiman terhadap persoalan lingkungan dan penanganan banjir mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM). Gubernur Jabar menilai Lanud Sulaiman turut berperan aktif dalam upaya normalisasi sungai sebagai langkah mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Margahayu dan sekitarnya. Hal tersebut disampaikan Gubernur KDM saat transit di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan pentingnya evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai dasar perbaikan kinerja perangkat daerah. Hal itu disampaikan dalam agenda Penetapan Peringkat SAKIP Award 2026 dan Pemberian Penghargaan kepada Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung di Grand Sunshine Soreang, Jumat (9/10/2026). Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mengatakan, […]