Bale Bandung

Sekda Cakra Amiyana Jelaskan Betapa Pentingnya Penanganan Isu Stunting

×

Sekda Cakra Amiyana Jelaskan Betapa Pentingnya Penanganan Isu Stunting

Sebarkan artikel ini
DP2KBP3A Kab Bandung menggelar Rakerda Bangga Kencana, di Grand Pasundan Bandung, Senin (27/5/24). by bale1

BANDUNG, Balebandung.com – Kebijakan pembangunan di Indonesia saat ini lebih mengarah ke pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai human capital, ketimbang sumber daya alam. Dengan jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan mendekati 70% menjadi modal besar menuju Indonesia Emas 2045.

Namun pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana memastikan potensi bonus demografi ini bisa terkelola dengan baik, sehingga SDM yang ada nantinya betul-betul menjadi aset dan kekuatan bangsa.

“Itulah kenapa isu tentang stunting menjadi penting,” tandas Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, saat Pembukaan Rakerda Program Bangga Kencana Tingkat Kabupaten Bandung, di Grand Pasundan Bandung, Senin (27/5/2024).

Pada kesempatan itu Sekda Kabupaten Bandun menyebutkan, dari rata-rata tinggi badan saja, rata-rata orang Indonesia memiliki tinggi badan 158 cm. Sementara tinggi rata-rata orang Malaysia 165 cm, Korea Selatan 174 cm, dan tinggi badan orang Belanda rata-rata 180 cm. Hal ini juga menurutnya menunjukan betapa pentingnya isu stunting untuk menjadi perhatian serius pemerintah.

Menyadari hal ini pemerintah telah menetapkan Program Bangga Kencana  (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana), untuk memperkuat sistem informasi keluarga yang terintegrasi dan menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan, serta berfokus mewujudkan keluarga yang berkualitas.

“Guna menghadirkan generasi penerus bangsa yang sehat, unggul, berdaya saing, serta terdepan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka Program Bangga Kencana ini haruslah responsip dan adaptif terhadap kebutuhan SDM. Untuk itulah penguatan Program Bangga Kencana ini penting dilakukan,” kata Cakra Amiyana.

Karena itu, kata sekda, pihaknya menaruh harapan yang tinggi terhadap program Bangga Kencana untuk bisa menciptakan SDM Indonesia yang unggul berkualitas, sesuai standar internasional.

Salah satunya dengan meningkatkan informasi tentang pola asuh anak sesuai tumbuh kembang anak dari 1.000 hari pertama kehidupan sampai berusia 3 tahun, dengan memberikan pendampingan terhadap keluarga yang rawan stunting melalui Program Bangga Kencana.

Untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas ini, pemerintah harus berkolaborasi, untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan bagi keluarga-keluarga di Kabupaten Bandung, dengan kualitas yang semakin baik di tahun ini.

“Untuk itu kami meminta peran aktif semua pihak di lingkungan Pemkb Bandung untuk lebih peduli dalam penanganan stunting,denga berkolaborasi, bersinergi secara pentahelix, yakni kalangan akademisi, pengusaha, masyarakat, pemerintahan dan media massa. Sebab kata kunci dari percepatan penanganan stunting ini perlu partisipasi multipihak, multisektor, multidimensi,” tegas sekda.

Amiyana berharap Program Bangga Kencana ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun keluarga dan masyarakat Kabupaten Bandung yang sehat terdidik, berahlak, makmur dan sejahtera. Menurutnya ketahanan keluarga sangat penting, di mana keluarga itu tidak baik maka bangsa ini tidak baik, keluarga ini sukeses maka bangsa ini juga sukses.

“Oleh karena itu tugas kita adalah bagaimana membangun keluarga yang bahagia yang sejahtera yang maju, melalui Program Bangga Kencana ini,” tandas Ami.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]