Bale Bandung

Petani Kopi Asal Kab Bandung Juara 1 Anugerah Perkebunan Jabar

×

Petani Kopi Asal Kab Bandung Juara 1 Anugerah Perkebunan Jabar

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, Balebandung.com – Petani kopi muda asal Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Syahdan Al Haq, menerima Anugerah Perkebunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2024. Syahdan didapuk menjadi Juara 1 Kategori Regenerasi Petani Perkebunan.

Penghargaan diterima Syahdan dari Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Gandjar Yudniarsa kepada Syahdan yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasah, pada kegiatan Pengumuman Anugerah Perkebunan West Java Garden Festival, di Area Parkir Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (23/8/2024).

“Alhamdulillahirobbilalamin, Kabupaten Bandung terpilih sebagai Juara 1 Regenerasi Petani Milenial di bidang perkebunan 2024 atas nama Syahdan Alhaq, seorang petani kopi dari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Penghargaan ini diraih tak lepas berkat bimbingan, arahan dan instruksi dari Bapak Bupati Bandung Dadang Supriatna,” kata Kadis Pertanian Ningning Hendasah.

Pihaknya juga menghaturkan terima kasih kepada Disbun Jabar yang telah memberikan kepercayaan dan apresiasi kepada Kabupaten Bandung khususnya di bidang regenerasi pertanian.

Sementara Plt. Kadis Perkebunan Jabar, Gandjar Yudniarsa menjelaskan, Anugerah Perkebunan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan peran serta pelaku usaha perkebunan, untuk aktif terlibat dalam pembangunan perkebunan adalah melalui pemberian apresiasi atau pengharagaan.

“Melalui kegiatan Anugerah Perkebunan Jabar ini, Disbun memberikan pengharagaan kepada pelaku usaha perkebunan yang memiliki prestasi dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan perkebunan di Jawa Barat,” jelas Gandjar.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]