Bale Bandung

Lagi, Pemkab Bandung Raih 3 Penghargaan Posyandu Tingkat Jabar

×

Lagi, Pemkab Bandung Raih 3 Penghargaan Posyandu Tingkat Jabar

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, Balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung lagi-lagi menerima beberapa penghargaan tingkat Jawa Barat di ajang West Java Festival 2024, di Gedung Sate Kota Bandung, Jumat (23/8/2024).

Pemkab Bandung menerima piagam penghargaan kategori Anugerah Revitalisasi Posyandu Award Tingkat Provinsi Jawa Barat 2024. Penghargaan diserahkan langsung Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin didampingi Sekda Jabar Herman Suryatman, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana.

Tak hanya itu, Posyandu Anggrek Biru 11 Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung juga menerima penghargaan Juara 1 Kategori Lomba Posyandu Kabupaten Tingkat Provinsi Jawa Barat 2024.

Capaian ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atas upaya dan dedikasi Kabupaten Bandung dalam mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Lebih dari itu Sekda Kabupaten Bandung Cakra Amiyana menambahkan, juga ada kader Posyandu terbaik ketiga tingkat Jawa Barat dan penghargaan UMKM desa berkinerja baik.

“Semua  penghargaan ini juga tidak terlepas dari upaya bersama yang tentunya dikomandani oleh Bupati Bandung Bapak Dr H Dadang Supritna SIp MSi dan juga Ibu Ketua TP PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung serta kolaborasi semua pihak,” kata Sekda Cakra Amiyana.

Selaku Ketua Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal ) Posyandu Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)yang telah berkontribusi dan menunjukan kinerja dengan baik.

Antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), juga Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DP2KBP3A, Disperkimtan, termasuk fasilitasi jalan dari DPUTR, Perumda Air MInum Tirta Raharja, Camat Cileunyi, Kepala Desa Cibiru Wetan.

“Semua OPD tersebut sangat membantu dalam mewujudkan Posyandu terbaik tingkat Jawa Barat. Semua atas kinerja dan kerja keras seluruh OPD. Terima kasih sekali lagi juga kepada masyarakat Kabupaten Bandung,” ucap sekda.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]