Bale Bandung

Terjebak Macet Sepulang Paripurna, Anggota DPR RI Fraksi PKB Asep Romy Pilih Naik Ojeg Online dan Ngopi di Pingir Jalan

×

Terjebak Macet Sepulang Paripurna, Anggota DPR RI Fraksi PKB Asep Romy Pilih Naik Ojeg Online dan Ngopi di Pingir Jalan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Fraksi PKB Bang Romy saat naik ojol dan ngopi di Jakarta.

JAKARTA, Balebandung.com – Tergambar lagi betapa sederhana dan merakyatnya seorang Asep Romy Romaya, anggota DPR RI dari Fraksi PKB Dapil Jabar II, saat ia terjebak kemacetan panjang sepulang dari dilantik sebagai anggota DPR RI dan Sidang Paripurna di Gedung DPR/MPR RI Senayan Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Apalagi kepulangannya sekitar pukul 19.00 WIB itu berbarengan dengan jam pulang kerja warga Jakarta, yang menimbulkan kemacetan tidak bisa terhindarkan di sepanjang Jalan Gatot Subroto.

Terjebak dalam kemacetan lebih dari satu jam, membuat Bang Romy, sapaan Asep Romy Romaya, memilih untuk meninggalkan mobilnya di Gedung DPR RI. Ia kemudian keluar gedung yang langsung disapa para ojeg online yang berkerumun di depan gerbang Gedung DPR RI.

Bang Romy pun menunggangi salah satu dari para ojol itu. Melintasi Jalan Sudirman Jakarta, sampai berjalan kaki ke seputaran Bunderan HI.

Namun sebelum masuk ke tempat menginapnya di Hotel Shangrilla Jalan Sudirman Jakarta, didampingi tenaga ahlinya, Teja Sungkawa, Bang Romy yang juga kakak dari Cabup Bandung petahana Dadang Supriatna ini turun di sebuah warung kopi di pinggir jalan. Satu cup plastik kopi putih ia reguk, sambil menunggu mobilnya muncul lolos dari kemacetan.

“Sifat kesederhanan Bang Romy memang masih original, meski sudah dilantik jadi pejabat anggota DPR RI,” ucap Teja Sungkawa.

Menjadi anggota DPR RI, tidak membuat Bang Romy berubah dari karakternya yang supel dalam bergaul dan merakyat. Dalam pegaulan kesehariannya, Bang Romy memang dikenal rendah hati dan berbaur dengan masyarakat di kampung halamannya, Jalan Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]