Bale Bandung

Nih, Kisah Sukses BUMDes Sukamenak Atasi Krisis Air Bersih

×

Nih, Kisah Sukses BUMDes Sukamenak Atasi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Ketua BUMDes Sukamenak Efendi (tengah) berbincang dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke BUMDes Sukamenak, Kec Margahayu, Kab Bandung, Jumat (12/8). ist
Ketua BUMDes Sukamenak Efendi (tengah) berbincang dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke BUMDes Sukamenak, Kec Margahayu, Kab Bandung, Jumat (12/8). ist

MARGAHAYU – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ternyata tak hanya berperan dalam upaya menggerakkan perekonomian desa. BUMDes ternyata juga bisa berperan untuk sekaligus mengatasi krisis yang dialami desa semisal krisis air bersih. Inilah yang dilakukan BUMDes Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Ketua BUMDes Sukamenak Efendi berkisah, BUMDes Sukamenak yang saat ini dipimpinnya bergerak dalam pengelolan air bersih dengan modal awal sebesar Rp15 juta. Dana itu berasal dari bantuan hibah Pemkab Bandung. Dana tersebut dipakai untuk membangun infrastruktur pengelolaan air bersih tingkat desa.

Efendi mengaku bangga atas kehadiran Menteri Desa meninjau BUMDes Sukamenak yang sudah berdiri sejak tahun 2007 dan fokus mengelola air bersih bagi kebutuhan warga yang berada di desa tersebut.

”Ini kali pertama kami di kunjungi langsun oleh Bapak Menteri,” ucap Efendi saat kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo ke BUMDes Sukamenak , Jumat (12/8/16).

Effendi menyebutkan hingga kini BUMDes Sukamenak telah memiliki pelanggan sebanyak 700 kepala keluarga. “Pelanggan semuanya warga Desa Sukamenak,” kata dia. Air bersih yang dikelola BUMDes Sukamenak, bersumber dari tiga sumur boor yang dibangun di wilayah tersebut.

Air yang dialirkan ke rumah-rumah pelanggan itu harganya dibandrol sebesar Rp1000 per meter kubik. Dari usaha pelayanan air bersih itu, BUMDes Sukamenak berhasil meraih omset rata-rata sebesar Rp19 juta per bulan.

Dana itu diputar lagi untuk permodalan sebanyak Rp9 juta untuk biaya listrik, gaji pengelola sebanyak 15% dan alokasi untuk desa 10% dari omset. Keuntungan bersih tiap bulan setelah dikurangi berbagai beban biaya mencapai Rp4 juta.

Pengelolan air bersih yang bertempat di lahan carik desa tersebut, kata Effendi, permintaanya sangat tinggi. Namun dirinya mengaku tak bisa memenuhi semua karena keterbatasan volume air. “Untuk memenuhi permintaan itu kami saat ini tengah merancang meningkatkan volume air yang telah ada,” ungkapnya.

Efendi menambahkan, BUMDes Sukamenak juga memiliki koperasi simpan pinjam untuk ibu-ibu yang berada di lingkungan Desa Sukamenak. Melihat kemajuan BUMDes Sukamenak, Menteri Eko Putro Sandjojo menegaskan, BUMDes Sukamenak selayaknya bisa dijadikan sebagai salah satu contoh bagi desa yang lain untuk mendorong perekonomian masyarakat desa, demi mewujudkan desa mandiri, maju dan sejahtera.

Eko mengatakan, salah cara menciptakan desa membangun Indonesia adalah mendorong perekonomian masyarakat desa melalui BUMDes. “Desa-desa rencananya kami push (dorong) untuk membentuk badan usaha desa,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Minat calon peserta mengikuti Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar melalui aplikasi Siskader NU telah mencapai 100 orang. Ketua Panitia PD-PKPNU Angkatan XI-Rancaekek, Aan Aliyudin mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan warga Nahdliyin untuk mengikuti kaderisasi […]