Bale Bandung

Wabup Bandung: Jangan Menganalogikan Banjir Seperti Sakit Gigi 

×

Wabup Bandung: Jangan Menganalogikan Banjir Seperti Sakit Gigi 

Sebarkan artikel ini
Wabup Bandung Ali Syakieb saat meninjau lokasi banjir di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis (27/3/25).

DAYEUHKOLOT, Balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan dalam menyikapi permasalah banjirdi Kabupaten Bandung jangan sampai dianalogikan seperti sakit gigi.

Hal itu dilontarkan wabup saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI dalam rangka meninjau lokasi banjir di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis (27/3/2025).

“Ketika giginya sakitnya kambuh, kita teriak-teriak. Tapi kalau sakit giginya reda atau hilang, malah tidak berbuat apa-apa. Sama, pas banjir kita teriak-teriak, tapi ketika tidak terjadi banjir kitanya malah santai-santai aja,” ungkap Wabup Bandung.

Lebih dari itu, Ali Syakieb juga menandaskan, permasalah banjir yang kerap melanda Kabupaten Bandung tidak bisa diselesaikan secara parsial atau sebagiannya. Tapi harus komprehensif dengan melibatkan kabupaten/kota yang ada di sekitarnya.

“Perlu pemecahan masalah banjir dari hulu ke hilir, seperti halnya yang telah disampaikan Pak Gubernur Jawa Barat. Insya Allah Pak Gubernur juga akan menyatukan dan duduk bersama antara kabupaten/kota yang termasuk dalam aglomerasi Bandung Raya atau Cekungan Bandung,” tandas Wabup Bandung.

Ali Syakieb menyebut Cekungan Bandung antara lain Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung sendiri.

Sebab menurutnya ada beberapa aspek yang saling keterkaitan antar daerah aglomerasi ini. Pertama masalah kali atau anak-anak Sungai Citarum yang perlu dinormalisasi.

“Kalau secara Cekungan Bandung, Dayeuhkolot ini memang posisinya berada pas di cekungannya. Sehingga saya setuju apa yang disampaikan Komisi VIII DPR RI, kalau memang warga yang tinggal di pas cekungannya di bawah ini untuk direlokasi. Apalagi kalau lahan yang ditempatinya itu lahan BBWS Citarum yang merupakan tanah milik negara,” ungkap Ali.

Sementara itu Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Adriany Gantina menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti terkait regulasi yang berpihak untuk penanganan bencana khususnya banjir.

“Jadi, selama regulasi yang digunakan oleh pemprov termasuk kabupaten/kota tidak mengakomodir tentang kebencanaan, baik dari RPJPD maupun RPJMD-nya, maka APBD provinsi maupun kabupaten/kota akan tetap terbatas untuk menganggarkan soal bencana,” kata Selly.

Kedua, regulasi PP 21 yang menyangkut soal Belanja Tidak Terduga (BTT) yang harus diubah. Sebab yang berlaku saat ini dalam menggunakan BTT harus dalam status darurat bencana.

“Padahal, antisipasi bencana atau saat status siaga bencana itu harus sudah bisa dilakukan penanggulangan bencana,” tukas Selly.

Ketiga, regulasi tentang relokasi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir juga harus diakomodir dalam RPJPD atau RPJMD agar APBD maupun APBN bisa menganggarkan dana relokasinya.

Sebab selama ini, kata Selly, pemerintah seakan bersikap reaktif saja di mana begitu terjadi bencana, baru menganggarkan untuk penanggulangannya.

“Padahal anggaran untuk mitigasi bencana dari hulu sampai hilir juga diperlukan,” tukas legislator Fraksi PDI Perjuangan ini.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan masyarakat kembali mendapatkan predikat Platinum melalui program Sinergi Jejak Baik untuk Negeri (SIJEBI), serta predikat Gold melalui program SARtiKa BERDAYA (Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya) dalam ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026 di Binakarna Hall, Bidakara Jakarta, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 100 peserta dari ASN, pegawai BUMD, serta aparatur pemerintahan desa, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) semakin aktif menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa. BPD dinilai memiliki posisi penting dalam mengawal pemerintahan, pembangunan, serta kepentingan masyarakat di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, saat mengukuhkan 435 anggota BPD dari 55 desa yang […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com –  Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat komitmen percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen penting dalam memberikan kepastian pemanfaatan ruang, mengarahkan pembangunan, sekaligus mendukung kemudahan berusaha dan investasi di daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region I Tahun 2026 oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam Rapat Koordinasi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan kesaksian dalam persidangan perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadillan Negeri Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Kehadiran bupati yang akrab disapa KDS ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan bentuk pemenuhan kewajibannya untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan kapasitasnya. Dalam konteks kepemilikan Pemerintah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung yang menargetkan 4.718 unit pada 2026 dinilai perlu diperkuat dari sisi kualitas agar bantuan benar-benar menghasilkan hunian layak bagi masyarakat penerima manfaat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mengatakan, program Rutilahu tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki. Menurut dia, pemerintah […]