Bale Bandung

KPAD Kab Bandung: “Saatnya Masjid Tidak Hanya Ramah Ibadah, Tapi Juga Ramah Anak”

×

KPAD Kab Bandung: “Saatnya Masjid Tidak Hanya Ramah Ibadah, Tapi Juga Ramah Anak”

Sebarkan artikel ini
KPAD Kab Bandung mengggelar FGD Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Bersama Lembaga Masjid, di Masjid Darul Muhajir, Kec Margaasih, Kab Bandung, Selasa (17/6/25)

MARGAASIH, Balebandung.com – Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bandung, Ade Irpan Al Anshory menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan tokoh agama dalam membangun ekosistem yang ramah anak, salah satu di antaranya dengan menciptakan Masjid Ramah Anak.

Hal itu diungkapkan Ade Irpan saat Fokus Grup Diskusi (FGD) “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Bersama Lembaga Masjid” yang digelar KPAD Kabupaten Bandung, di Masjid Darul Muhajir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa 17 Juni 2025.

Menurut Ade Irpan, masjid harus menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi tumbuh kembang anak.  “Sudah saatnya masjid tidak hanya ramah ibadah, tetapi juga ramah anak,” ungkap Ade.

Ade mengatakan, dalam FGD ini para peserta menyepakati perlunya pembentukan pilot project Masjid Ramah Anak di wilayah Kabupaten Bandung, sebagai contoh nyata kolaborasi antara lembaga keagamaan dan lembaga perlindungan anak.

“FGD ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar pihak, demi memastikan hak-hak anak di Kabupaten Bandung terlindungi dan terpenuhi secara menyeluruh,” tandas Ade.

Sementara Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kawiyan, menyoroti pentingnya pelibatan lembaga keagamaan dalam memperkuat sistem perlindungan anak di tingkat lokal.

“Lembaga masjid adalah mitra strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hak,” ungkap Kawiyan.

Sedangkan Camat Margaasih Joko Mardianto menegaskan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan perlindungan sosial, termasuk bagi anak-anak.

FGD ini melibatkan unsur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darul Muhajir sebagai tuan rumah, yang menyatakan komitmennya untuk menjadikan masjid sebagai ruang aman bagi anak-anak dalam lingkungan mereka.

Peserta kegiatan ini terdiri dari unsur organisasi masjid dan DKM. Di antara dari DMI Kab.Bandung, BKPRMI Kab.Bandung, LTM NU Kab.Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]