Bale Bandung

Warga Rancaekek Pertanyakan Alasan Pembongkaran Mushala oleh KCIC

×

Warga Rancaekek Pertanyakan Alasan Pembongkaran Mushala oleh KCIC

Sebarkan artikel ini

RANCAEKEK, balebandung.com – Warga Kampung Pintu RT 05 RW 07 Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung mempertanyakan soal pembongkaran Mushala Husnul Khatimah oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang direncanakan Kamis 30 Oktober 2025.

Meski warga mengakui lahan mushola tersebut sudah menjadi milik KCIC, namun saat warga mempertanyakan alasan pembongkaran, mereka tidak mendapatkan penjelasan yang pasti dari pihak KCIC.

“Betul, tanah itu sudah milik KCIC, bangunan pun sudah mendapat penggantian. Namun atas ijin BPN, selama belum mau digunakan, mushala boleh beraktivitas dulu,” kata Ustadz Dikdik Dahlan kepada wartawan, Rabu 29 Oktober 2025.

Warga mempertanyakan alasan pembongkaran itu saat didatangi petugas dari KCIC ke rumahnya. Bahkan sebelumnya pun warga sudah berkirim surat resmi ke Bupati Bandung per 26 Oktober 2025 untuk menangguhkan rencana pembongkaran tersebut.

“Selama ini mushola sering digunakan warga untuk salat berjamaah maupun majelis kajian atau pengajian,” ujar Dikdik. Untuk itu warga berharap pembongkaran mushola itu bisa ditangguhkan lagi. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]