BANDUNG, balebandung.com — Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) Kota Bandung resmi mengeluarkan pernyataan sikap strategis usai menuntaskan gelaran Seminar Nasional Intelektual Muslim (SNIM) 2026 di Bandung. Pernyataan sikap tersebut dirumuskan bersama seluruh jajaran akademisi, praktisi, dan elemen intelektual yang hadir merespons dinamika transformasi global serta pesatnya perkembangan teknologi modern.
Dalam dokumen resminya, HILMI Kota Bandung menyoroti tantangan zaman seperti kemajuan teknologi digital dan kehadiran kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang membawa dampak ganda: peluang sekaligus ancaman etika.
Tiga Poin Utama Pernyataan Sikap HILMI
Menyikapi Fakta Problematika Dunia Terbaru
HILMI menyadari arus transformasi global dan AI membawa perubahan signifikan yang tak terelakkan. Namun, di balik peluang tersebut, dunia tengah dihadapkan pada ancaman krisis nilai, disinformasi, kesenjangan sosial, hingga persoalan etika yang serius. Kemajuan tanpa arah moral dinilai telah menjauhkan ilmu pengetahuan dari hakikatnya sebagai pelayan kemanusiaan.
Menjadikan Islam sebagai Solusi atas Problematika Global
Islam dinilai memiliki khazanah solusi komprehensif. Melalui integrasi keilmuan, inovasi teknologi, dan nilai-nilai keislaman, perkembangan sains dapat berjalan tanpa bersifat destruktif. HILMI mendorong penguatan tata kelola berbasis nilai, ekonomi yang mensejahterakan, serta transformasi pendidikan yang tak hanya unggul secara literasi tetapi juga kokoh dalam karakter dan akhlak.
Komitmen Kontribusi Intelektual Muslim untuk Membangun Peradaban
Intelektual muslim berkomitmen menghadirkan penelitian, pemikiran, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. HILMI bertekad menjadi pelopor kolaborasi lintas disiplin ilmu agar intelektual muslim berdiri di garda terdepan sebagai arsitek peradaban yang memadukan kecerdasan akal dan kemuliaan wahyu.
Penyelenggaraan Hibrida: SNIM 2026 sukses dilaksanakan secara hibrida (luring dan daring) berkat kolaborasi HILMI Kota Bandung dan Center of Excellence Smart Transportation and Robotics (CoE STAR) Telkom University.
Partisipasi Lintas Negara: Acara luring berpusat di Gedung L Ruang Meeting Room Lantai 2 Telkom University dengan dihadiri 70 peserta secara langsung serta puluhan peserta online dari berbagai wilayah, termasuk partisipan dari Jerman dan Turki.
Perspektif Multidisplin: Forum ilmiah ini menghadirkan jajaran pakar terkemuka dari berbagai bidang, seperti Prof. Dr. Adiwijaya (Teknik Informatika), Hasbi Aswar, Ph.D. (Geopolitik), Prof. Dr. Karman (Tafsir Al-Qur’an), Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D. (Bioteknologi), Dr. Arim Nasim (Ekonomi Syariah), hingga kajian dakwah seni-budaya Wali Songo oleh Bambang Melga (Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar 2026).
Tindak Lanjut Konkret: Rekomendasi dari perhelatan ini akan ditindaklanjuti melalui Focus Group Discussion (FGD), riset terapan, publikasi karya ilmiah, dan penguatan dakwah berbasis literasi secara berkelanjutan.*** by Bambang Melga







