Bale Bandung

Camat Rancaekek Ajak ke Fatayat-Muslimat Gencarkan Program Gertaman

×

Camat Rancaekek Ajak ke Fatayat-Muslimat Gencarkan Program Gertaman

Sebarkan artikel ini
Camat Rancaekek Gugum Gumilar saat Halal Bihalal Pengurus NU, di Sekretariat MWCNU Rancaekek Kab Bandung, Minggu (29/3/26).

RANCAEKEK, balebandung.com – Camat Rancaekek Gugum Gumilar menghadiri Halal Bihalal dan Sambung Rasa Pengurus NU, di Masjid Ponpes Al-Huda/Sekretariat MWCNU Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu (29/3/2026).

Dalam Halbil Keluarga Besar Majelis Wakil Cabang NU Rancaekek ini juga menghadirkan KH Deden I’ad Saad Hakim Dimyathi atau Aden Anom yang membawakan tausyiah bertema Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Gerak Khidmat Nahdlatul Ulama dengan akidah ahlu sunnah wal jamaah.

Pada kesempatan itu Camat Rancaekek Gugum menyempatkan diri mensosialisasikan Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) yang tengah dicanangkan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.

“Khususnya kepada ibu-ibu dari Muslimat dan Fatayat, bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Rancaekek, mari kita laksanakan dan sosialisasikan dan laksanakan Gerakan Tanami Halaman kepada masyarakat Rancaekek. Daripada halaman tidak terurus lebih batik kita tanami tanaman yang bermanfaat di halaman rumah masing-masing,” ucap Gugum Gumilar.

Jika membutuhkan bibit tanaman untuk Gertaman ini, kata camat, nantinya bisa diajukan bantuan dari Dinas Pertanian. “Mari kita gencarkan Gertaman ini demi ketahan pangan, apalagi saat ini kondisi global sedang dilanda peperangan,” ujar camat.

Mubalig KH Deden I’ad Saad Hakim Dimyathi menyebut sebuah kebanggan bagi PCNU Kabupaten Bandung yang memiliki bupati berasal dari kader NU. Menurut Aden Anom, PCNU di daerah-daerah lain di Jawa Barat menginginkan hal yang sama, memiliki kepala daerah yang berasal dari kader NU.

“Maka kita harus bangga punya bupati yang berasal dari kader NU. Karen aitu mari kita menyambut program Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna ini salah satunya adalah Program Gertaman. Nanti kalau kita dikasih bibit tanamannya, maka harus kita tanam di halaman,” kata Aden Anom.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajak kader TP PKK Kabupaten Bandung untuk menggencarkan Program Gertaman ini.

Bupati Bandung menyampaikan PKK memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menopang kesiapan daerah menghadapi pelaksanaan Program MBG tahun 2026.

“Program MBG ni peluang besar. PKK yang telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian melalui Gertaman bisa menjadi pemasok bahan pangan untuk SPPG. Hanya kader PKK yang tanggap dan siap menjalankan ini,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang DS. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]

Bale Bandung

Sebuah naskah tua dari daun lontar menyimpan ingatan panjang tentang Sunda. Namanya Carita Parahyangan. Naskah ini dikenal sebagai naskah anonim Sunda Kuno. Nama penulisnya tidak diketahui. Para ahli umumnya memperkirakan naskah ini disusun pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1580 M, tidak lama setelah masa akhir Pakuan Pajajaran. Dalam tradisi pernaskahan, naskah ini dikenal sebagai […]