Bale Bandung

Hailuki: Dana Bergulir BPR Kerta Raharja Harus Merata dan Tepat Sasaran

×

Hailuki: Dana Bergulir BPR Kerta Raharja Harus Merata dan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki memastikan program pinjaman dana bergulir tanpa jaminan tanpa bunga dari Bupati Bandung Dadang Supariatna yang disalurkan melalui BPR Kerta Raharja tetap berlanjut pada 2026. DPRD Kabupaten Bandung bahkan telah menyetujui alokasi penyertaan modal non permanen sebesar Rp20 miliar di APBD 2026 untuk mendukung program tersebut.

Menurut Hailuki, dana bergulir harus menjadi instrumen yang benar-benar berdampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Bandung.

“DPRD sudah menyetujui alokasi Rp20 miliar untuk program pinjaman dana bergulir BPR Kerta Raharja dalam bentuk penyertaan modal non permanen tahun 2026. Program ini harus terus berjalan karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Hailuki, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang mempertanyakan kelanjutan program tersebut. Karena itu, DPRD memastikan dana bergulir tetap menjadi bagian dari kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Hailuki, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pinjaman yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang ekonomi baru.

Karena itu, ia meminta BPR Kerta Raharja tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat pendampingan dan pembinaan kepada para penerima pinjaman.

“Pinjaman dana bergulir harus menjadi produk yang berdampak bagi roda perekonomian rakyat. Pendampingan dan pembinaan harus optimal agar tidak menimbulkan NPL atau kredit macet,” ujarnya.

Dengan skema pinjaman sebesar Rp2 juta per nasabah, Hailuki memperkirakan program tersebut berpotensi menjangkau hingga 20 ribu penerima manfaat di Kabupaten Bandung.

Ia berharap penyaluran dilakukan secara merata dan proporsional sehingga seluruh wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses program tersebut.

“Dengan nilai pinjaman Rp2 juta per orang, kita targetkan sekitar 20 ribu nasabah mendapatkan manfaat. Saya berharap penerimanya diutamakan warga Kabupaten Bandung dengan penyebaran yang proporsional di setiap desa,” katanya.

Menurut Hailuki, pemerataan menjadi aspek penting agar dana bergulir tidak terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Selain memperluas akses permodalan, skema tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro di tingkat desa.

Ia menambahkan, dasar hukum program tersebut juga telah diperkuat melalui pengesahan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Non Permanen yang bersamaan dengan penetapan APBD murni Tahun Anggaran 2026.

“Dengan regulasi dan dukungan anggaran yang sudah disahkan, sekarang yang terpenting adalah memastikan program ini berjalan tepat sasaran, menjangkau masyarakat yang membutuhkan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” ujar Hailuki.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah. Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung,com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Komitmen tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Peringatan HAN tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 5.000 […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Jawa Barat menjadi salah satu daerah prioritas Program 3 Juta Rumah. Hal itu ditandai dengan lonjakan kuota rumah subsidi melalu Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang meningkat dari sekitar 6.000 unit tahun sebelumnya menjadi 46.000 unit pada tahun ini. “Peningkatan kuota rumah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan. Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.555.150.000. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 19 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Berdasarkan dokumen LHKPN, harta kekayaan Ketua DPRD […]