SOREANG, balebandung.com – Festival Al Jabbar tidak hanya dipersiapkan sebagai panggung seni dan budaya, tetapi juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, dengan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi, di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Al Fathu, Soreang, Kamis (30/7/2026).
Dalam audiensi tersebut, Bambang Melga didampingi akademisi Telkom University, Nuslih Jamiat. Keduanya memaparkan konsep Festival Al Jabbar yang dirancang menjadi agenda berskala nasional hingga internasional dengan memadukan seni, budaya, syiar Islam, dan kegiatan sosial.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi, menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, Festival Al Jabbar memiliki potensi menjadi media kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai, kegiatan sosial dapat menjadi salah satu kekuatan utama festival melalui sinergi dengan BAZNAS, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.
“Festival seperti ini jangan hanya berhenti sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Akan lebih besar manfaatnya apabila mampu menghadirkan program-program sosial yang langsung dirasakan masyarakat,” kata Yusuf Ali Tantowi.
Menurut Yusuf, berbagai kegiatan kemanusiaan dapat dikembangkan dalam rangkaian Festival Al Jabbar, seperti bantuan bagi masyarakat kurang mampu, santunan kepada tokoh seni dan budaya yang membutuhkan, hingga kegiatan sosial lainnya yang melibatkan partisipasi publik.
Ia juga mendorong panitia untuk membangun komunikasi dengan jaringan BAZNAS yang lebih luas agar kolaborasi yang dibangun memiliki dampak yang lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Melga mengatakan masukan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menjadi bekal penting dalam penyempurnaan konsep Festival Al Jabbar.
Menurutnya, sejak awal festival memang dirancang tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni dan budaya Islam, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kepedulian sosial.
“Masukan dari Ketua BAZNAS sangat konstruktif. Kami ingin Festival Al Jabbar menjadi ruang kolaborasi yang bukan hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, panitia akan menindaklanjuti berbagai saran tersebut, termasuk membangun komunikasi dengan BAZNAS Jawa Barat dan BAZNAS RI agar program-program sosial yang disiapkan dapat berjalan lebih optimal.
Melalui kolaborasi tersebut, Festival Al Jabbar diharapkan menjadi festival yang tidak hanya memperkuat syiar Islam dan pelestarian budaya, tetapi juga menghadirkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial sebagai bagian dari peradaban Islam yang inklusif.***







