Bale Bandung

Dorong Penguatan Otonomi Daerah, APKASI Siap Usulkan Revisi UU No.23/2014 ke DPR dan Kemendagri

×

Dorong Penguatan Otonomi Daerah, APKASI Siap Usulkan Revisi UU No.23/2014 ke DPR dan Kemendagri

Sebarkan artikel ini
Ketua Harian APKASI Dadang Supriatna memimpin Raker APKASI di Grand Sunshine, Soreang, Jumat (31/7/26).

SOREANG, balebandung.com – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menegaskan komitmennya untuk memperkokoh solidaritas antar-pemerintah daerah sekaligus mendesak evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah (otda) di Indonesia.

Langkah strategis yang disiapkan mencakup pengajuan usulan perbaikan (revisi) terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur desentralisasi, otonomi daerah dan pembagian urusan pemerintahan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, didampingi Ketua Harian APKASI Dadang Supriatna (KDS) dan Sekjen APKASI Joune Ganda serta jajaran Pengurus inti APKASI dalam Rapat Kerja (Raker) APKASI di Grand Sunshine Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/6/2026).

“Intinya kita ingin mempertajam otonomi daerah, UU Nomor 23 Tahun 2014 agar diperbaharui bisa memperkuat otonomi daerah. Supaya prinsip-prinsip otonomi daerah itu bisa hidup kembali seperti UU Nomor 22 Tahun 2009,” ujar Bursah.

“Waktu itu lima tahun awal memang otonomi daerah betul-betul dilakukan secara efektif. Wewenang, mengatur birokrasi, izin-izin di daerah itu semua berlaku. Tapi hanya sebentar. Kemudian ditarik ke pusat,” tambahnya.

Bursah mengakui pelaksanaan otonomi daerah di masa lalu, memang masih menyisakan sejumlah catatan dan kelemahan seperti munculnya ‘raja-raja kecil’ di daerah yang mengobral perizinan tambang dan lain-lain.

“Memang dulu masih ada kelemahan. Itu tadi, begitu dikasih wewenang luas, muncullah raja-raja kecil. Ada benernya juga itu. Tapi seharusnya itu dikoreksi, tidak boleh dicabut kewenangannya,” ungkap Bursah.

“Karena prinsip otda itu men-deliver kewenangan ke daerah walau tidak 100 persen. Tapi mendekati lah. Termasuk mengurus kepegawaian, perizinan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Itu inti pertemuan ini,” imbuhnya.

Ketua Harian APKASI yang juga Bupati Bandung Dadang Supriatna menilai, setelah berjalan lebih dari satu dekade, pelaksanaan otonomi daerah saat ini memerlukan penyempurnaan agar prinsip desentralisasi dapat kembali hidup secara efektif, setara dengan semangat yang pernah terbangun pada era Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang dikenal memberikan ruang keleluasaan lebih luas bagi daerah.

Pria yang akrab disapa KDS itu menegaskan fokus utama APKASI saat ini adalah memperkuat fungsi advokasi serta perlindungan kepentingan seluruh daerah anggota, sekaligus menerjemahkan cita-cita pembangunan berkelanjutan yang berakar dari aspirasi masyarakat di daerah.

“Hasil pertemuan ini akan disampaikan ke stakeholder nasional termasuk ke DPR dan Mendagri untuk dibahas dalam revisi Rancangan Undang-undang (RUU) Nomor 23 Tahun 2014 agar kepentingan masyarakat di daerah dapat terakomodir,” ungkap KDS.

Menutup rangkaian agenda, Sekretaris Jenderal Apkasi Joune Ganda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Bandung KDS selaku tuan rumah yang telah menyambut dengan sangat baik dan memfasilitasi seluruh kegiatan APKASI.

Selain membahas isu strategis nasional, rombongan pengurus APKASI juga berkesempatan meninjau kekayaan kearifan lokal serta potensi ekonomi unggulan yang dimiliki Kabupaten Bandung.

Di ntaranya industri kopi Kabupaten Bandung yang telah mendunia dan stand para lelaku sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus tumbuh pesat menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Festival Al Jabbar tidak hanya dipersiapkan sebagai panggung seni dan budaya, tetapi juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, dengan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi, di Kantor BAZNAS Kabupaten Bandung, Jalan Terusan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Festival Seni Qasidah Tingkat Nasional sebagai wujud komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni qasidah sebagai bagian dari khazanah budaya dan syiar Islam. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pendidikan serta Pelatihan Nasional (Diklatnas) Dewan Pimpinan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Dukungan terhadap Festival Al Jabbar terus mengalir. Kali ini datang dari maestro tari Sunda sekaligus budayawan nasional, Mas Nanu Munajar Dahlan atau Abah Nanu, yang menyatakan siap bergabung memperkuat penyelenggaraan festival tersebut. Kehadiran dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penggerak seni pertunjukan Sunda itu diyakini […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Ketua Harian APKASI Bupati Bandung Dadang Supriatna mengusulkan penguatan skema Dana Bagi Hasil (DBH) panas bumi sekaligus percepatan penyaluran hak daerah guna memperkuat kapasitas fiskal dan menjaga keberlanjutan pelayanan publik. Usulan tersebut disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II […]

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.om – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menitipkan tiga agenda prioritas kepada 911 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang baru dilantik, yakni menjaga ketahanan pangan desa, mengawal program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan tersebut disampaikan Bupati Bandung usai meresmikan sekaligus mengambil sumpah jabatan 911 anggota […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat peluang kerja bagi masyarakat ke Jepang melalui kerja sama dengan Japan Platform for Migrant Workers towards Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI). Kolaborasi tersebut tidak hanya membuka akses penempatan kerja, tetapi juga memastikan calon pekerja migran memperoleh pelatihan, perlindungan, hingga pendampingan setelah kembali ke daerah. Komitmen itu mengemuka dalam […]