Bale Bandung

KDS: Sekolah Rakyat Jadi Ikhtiar Putus Mata Rantai Kemiskinan di Kabupaten Bandung

×

KDS: Sekolah Rakyat Jadi Ikhtiar Putus Mata Rantai Kemiskinan di Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini
KSP Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, saat open house dan pembukaan MPLS di SRT 4 Kab Bandung, Soreang, Rabu (5/8/26).

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung menjadi langkah strategis memperluas akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, pendidikan menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan KDS saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2026/2027 di Soreang, Rabu (5/8/2026).

KDS mengatakan Pemerintah Kabupaten Bandung menyambut baik program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bandung.

“Pendidikan merupakan jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu kami siap mendukung keberadaan Sekolah Rakyat agar benar-benar memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” kata KDS.

Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan membangun infrastruktur, tetapi juga kemampuan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemkab Bandung terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam menghadirkan berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman menegaskan tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan setiap anak memiliki peluang yang sama meraih masa depan yang lebih baik.

“Kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk bersekolah dan meraih cita-citanya. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan itu,” ujar Dudung.

Ia mengapresiasi sinergi Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian pembangunan sekolah tersebut dalam waktu relatif singkat.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara menjelaskan hingga 4 Agustus 2026 sebanyak 96 lokasi Sekolah Rakyat di Indonesia telah berkontrak, 94 lokasi siap melaksanakan MPLS, dan lebih dari 62 sekolah telah beroperasi dengan melayani sekitar 21.600 siswa.

Khusus SRT 4 Kabupaten Bandung, sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan luas bangunan sekitar 26.700 meter persegi. Fasilitasnya meliputi ruang belajar, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, dapur, gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah, guest house, hingga sarana olahraga.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico mengatakan pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat permanen yang beroperasi terus bertambah hingga mencapai 93 sekolah pada tahun ini. Ia berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Bandung, terus diperkuat terutama dalam penyediaan tenaga pendidik dan pengembangan kapasitas sekolah di masa mendatang.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup hanya melalui pengawasan, regulasi, dan penegakan disiplin. Lebih dari itu, integritas harus dibangun dari hati yang bersih agar setiap amanah dijalankan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan Ustadz H. Andris Fajar, S.Ag., M.Pd. saat mengisi Kajian Islam ASN Inspektorat Daerah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat sinergi antardaerah untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pembangunan akses jalan perbatasan kedua wilayah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menerima kunjungan koordinasi dan konsultasi pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur bersama jajaran Pemerintah […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengapresiasi kontribusi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung yang dinilai selama ini tidak hanya berperan dalam dakwah dan pembinaan umat, tetapi juga ikut memperkuat pembangunan sumber daya manusia serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki optimistis pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kecamatan Nagreg akan menjadi titik balik penanganan sampah di Kabupaten Bandung. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi beban penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Menurut Hailuki, TPPAS Legok […]

Bale Bandung

Sebuah Festival kolaboratif masyarakat Desa Linggar yang memadukan semangat kemerdekaan, nilai-nilai keagamaan, budaya lokal, pemberdayaan UMKM, dan kebersamaan warga dalam satu perayaan tahunan. Linggaria Festival 2026 RANCAEKEK, BALEBANDUNG.COM – Linggaria Festival 2026 hadir sebagai festival kolaboratif masyarakat Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang mengusung semangat “Merayakan Kemerdekaan, Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.” Festival ini […]

Bale Bandung

Oleh Aap Salapudin* balebandung.com – Ada satu kebiasaan yang semakin sering muncul dalam ruang publik kita. Setiap kali sebuah kasus besar mencuat, masyarakat seolah berlomba mencari siapa tokoh politik yang harus dipersalahkan. Proses hukum bahkan belum selesai, persidangan baru dimulai, tetapi “vonis” telah lebih dahulu dijatuhkan di media sosial, grup percakapan, hingga ruang-ruang diskusi. Kasus […]