RANCAEKEK, balebandung.com — Linggaria Festival 2026 mulai digelar di Jalan Pancasila Kampung Cipasir RT 03 / RW 09, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang digagas dan diselenggarakan balebandung.com ini menjadi ruang berekspresi warga sekaligus menghadirkan hiburan, UMKM dan berbagai kegiatan untuk masyarakat, termasuk tabligh akbar pada hari keduanya Minggu 20 September.
Pembukaan Linggaria Festival dilakukan Camat Rancaekek Gugum Gumilar, didampingi jajaran pemerintahan desa. Sejumlah mitra turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bandung, BAZNAS Kabupaten Bandung, Bank bjb, Semen Kujang, serta Karang Taruna Unit Aspirasi Sembilan. Turut mendukung kegiatan ini dari Pertamina Geothermal Energy dan Pemerintah Kecamaran Rancaekek.
Event Manager Linggaria Festival, Iwa Ahmad Sugriwa, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan sekaligus menikmati hiburan di lingkungan sendiri.
“Linggaria Festival ini kami hadirkan sebagai ruang berekspresi warga dalam kegiatan kemerdekaan. Masyarakat bisa berkumpul, menikmati hiburan, mengikuti berbagai kegiatan, sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan menjual produknya,” kata Iwa.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Linggaria tidak hanya menghadirkan panggung hiburan, tetapi juga menggabungkan kegiatan masyarakat, UMKM, sosial dan kemitraan.
Salah satu hiburan yang disiapkan panitia adalah pembagian doorprize dari Semen Kujang bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan. Guest Star yang tampil menghibur antara lain dari Cuta Nada dan Pemuda Bangun Pagi.
Festival juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran UMKM menjadi salah satu bagian dari konsep Linggaria yang ingin menjadikan kegiatan warga sekaligus ruang promosi ekonomi lokal.
“Desa Linggar memiliki beragam kuliner seperti bakso khas linggar, bacitol, kolontong, ranginang, opak linggar, telor asin yang bisa jadi potensi wisata kuliner,” imbuhnya.
Iwa mengatakan Linggaria Festival juga tidak berhenti pada hiburan. Pada hari kedua, Minggu, 20 September 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tabligh akbar dengan menghadirkan Ustazah Rena.
Pada hari yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A. dijadwalkan hadir bersama Camat Rancaekek Gugum Gumilar untuk menyerahkan santunan kepada masyarakat penerima manfaat.
Penyaluran santunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial Linggaria Festival. Sebelumnya panitia telah menghimpun data calon penerima santunan dari beberapa kelompok penerima manfaat.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung turut hadir pada rangkaian hari kedua untuk melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di tingkat desa.
Iwa mengatakan keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan membuka akses informasi bagi masyarakat desa mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Jadi hari kedua bukan hanya tabligh akbar dan santunan. Ada juga sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Kami ingin Linggaria punya manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Linggaria Festival 2026 mengusung rangkaian kegiatan yang memadukan hiburan, UMKM, kegiatan sosial, keagamaan dan ruang ekspresi warga. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, di Lapang Voli RW 09 Desa Linggar.
Bagi panitia, festival tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan kegiatan masyarakat yang tidak hanya berlangsung di atas panggung, tetapi melibatkan warga sebagai bagian dari kegiatan.
“Intinya kami ingin warga menjadi bagian dari festival ini. Mereka bukan hanya datang sebagai penonton, tetapi ikut mengisi, berekspresi, berjualan dan menikmati kegiatan bersama,” kata Iwa.
Linggaria Festival juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemasyarakatan di Desa Linggar yang mempertemukan pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat dalam satu ruang kegiatan. Peran masyarakat dalam kegiatan berbasis komunitas juga sejalan dengan semangat pengembangan potensi desa yang sebelumnya disampaikan Camat Rancaekek dalam kegiatan kebudayaan di wilayah tersebut.***







