RANCAEKEK, balebandung.com – Penguatan nilai-nilai ke-NU-an menjadi pesan utama dalam peringatan Milad ke-6 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rancaekek. Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Rancaekek, Ajengan Dian Wildan, mengingatkan bahwa pengabdian kepada NU harus dilandasi kecintaan, kasih sayang, kerukunan, persatuan, dan keterhubungan batin dengan organisasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Pengurus Anak Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Rancaekek dan Tabligh Akbar Peringatan Milad ke-6 PAC Muslimat NU Rancaekek di Masjid Besar Rancaekek, Senin (2/11/2026). Tabigh Akbar menghadirkan mubaligh Drs. KH. Atus Ludin Mubarok, M.Sy.
Ajengan Wildan mengatakan, lima nilai tersebut harus menjadi jiwa setiap kader dalam menjalankan khidmah dan menggerakkan program organisasi. Menurutnya, kekuatan NU tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu, tetapi juga pada kecintaan, kebersamaan, dan kesediaan para kader untuk saling menjaga.
“Ada lima hal yang harus menjadi jiwa dalam mengurus NU, yaitu rasa cinta, kasih sayang, rukun, bersatu, dan keterhubungan batin dengan NU. Kalau kelima hal ini menjadi jiwa kita dalam menggerakkan syiar dan program ke-NU-an, tidak perlu merasa pintar. Sepanjang kita memiliki cinta kepada NU, saling menyayangi, rukun dalam menjalankan program, dan bersatu, insyaallah keberkahan akan mengantarkan kita untuk terus berkhidmat,” tutur Ajengan Wildan.
Ia berharap pelantikan pengurus anak ranting tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau pengukuhan kepengurusan, tetapi menjadi momentum memperkuat kaderisasi dan menghidupkan kegiatan NU hingga tingkat paling bawah. Pengurus anak ranting diharapkan aktif menggerakkan kegiatan keagamaan, sosial, serta memperkuat hubungan antarkader di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Camat Rancaekek Gugum Gumilar mengapresiasi kiprah Muslimat NU yang dinilainya konsisten menjaga kehidupan keagamaan melalui pengajian rutin, menghidupkan majelis taklim, serta memberikan santunan kepada anak yatim dan lanjut usia.
Gugum menyebut Muslimat NU memiliki posisi strategis sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan keluarga. Menurutnya, kekuatan ibu dalam pendidikan agama, akhlak, dan ekonomi akan turut menentukan kualitas generasi penerus bangsa.
Selain penguatan keagamaan, Gugum juga mendorong Muslimat NU mengembangkan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM. Ia mengapresiasi keberadaan Koperasi Khidmat Muslimat PC Muslimat NU Kabupaten Bandung yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah memberantas praktik bank emok dan memperluas akses ekonomi masyarakat.
“Program koperasi ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Bandung, bagaimana pemerintah daerah konsen menghapus atau menghilangkan apa yang namanya bank emok. Mudah-mudahan dengan keberadaan koperasi Muslimat ini, UMKM ibu-ibu bisa mulai berlatih berjualan ataupun merintis usaha,” ujar Gugum.
Gugum juga mengajak Muslimat NU menjaga kerukunan di tengah masyarakat Rancaekek yang heterogen. Ia menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah agar organisasi dapat menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat.
Melalui peringatan Milad ke-6 dan pelantikan pengurus anak ranting tersebut, PAC Muslimat NU Kecamatan Rancaekek diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga tradisi ke-NU-an, serta memperluas kontribusi dalam bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. ***







