Bale Bandung

Danlanud Sarankan Pemkab Bandung Kembangkan Wisata Udara

×

Danlanud Sarankan Pemkab Bandung Kembangkan Wisata Udara

Sebarkan artikel ini
Danlanud Sulaiman Kol Pnb M. Syafii saat memberikan sosialisasi penggunaan medsos di Skadik 201 dan Skadik 203 Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab Bandung, Rabu (8/6). by Pentak Lanud Sulaiman.
Danlanud Sulaiman Kol Pnb M. Syafii saat memberikan sosialisasi penggunaan medsos di Skadik 201 dan Skadik 203 Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab Bandung, Rabu (8/6). by Pentak Lanud Sulaiman.

SOREANG – Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.I.P., M.M. berharap pemerintah khususnya Pemkab Bandung bisa memfasilitasi wisata udara mengingat potensi Lanud Sulaiman yang bisa dijadikan alternatif obyek pariwisata di Kabupaten Bandung. Menurut Danlanud, selama ini yang lebih terdengar gaungnya di kedirgantaraan baru olahraga dirgantara. Sementara untuk wisata udara belum begitu terekspos.

“Wisata udara di Kabupaten Bandung itu sudah bukan wacana lagi, tapi sudah terlaksana. Jadi, sebenarnya kan dari kegiatan olahraga dirgantara itu bisa dikembangkan lagi ke bidang wisata udara. Apalagi wisata udara ini sudah mendunia, tapi belum begitu memasyarakat di Indonesia. Nah, kalau wisata udara ini gencar dipromosikan, tentu wisatawan mancanegara akan selalu tertarik dan datang berwisata udara ke kita,” ungkap Danlanud kepada Balebandung.com di sela kegiatan Gebyar Pemuda dan Pariwisata di Bale Rame, Soreang, Minggu (30/10/16).

Danlanud mengakui olahraga kedirgantaraan tampaknya lebih aktif ketimbang wisata dirgantara. Padahal menurutnya wisata udara pun bisa dikembangkan dan tidak perlu harus dengan biaya yang mahal sehingga bisa lebih memasyarakat. Seperti wisata udara terbang layang, gantole, terjun payung, paralayang, sampai bisa berkeliling Bandung dengan menggunakan pesawat.

Soal biayanya menurut Syafii ada klasifikasinya. Ada wisata udara yang murah, yang sedang, ada juga yang mahal bahkan ada yang bisa gratis. “Jadi, tidak harus selalu yang mahal-mahal sehingga kesannya pun jadi wisata udara itu wisata yang mahal. Ada juga wisata udara yang bisa gratis. Saya berharap pemda juga bisa memfasilitasi potensi wisata udara yang ada di Lanud Sulaiman melalui eksplorasi dan promosi wisata yang ada di Lanud Sulaiman,” kata dia.

Karenanya Danlanud berharap ke depan potensi Lanud Sulaiman di Kabupaten Bandung bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata khususnya wisata udara. “Fasilitasnya sudah ada di Lanud Sulaiman, peralatannya pun ada, pesawatnya ada, sampai ke komunitasnya pun sudah ada. Tinggal pemda harus lebih gencar lagi mengeksplorasi lagi dan mempromosikannya,” imbuh Danlanud.

Sejauh ini wisata udara di Jawa Barat menurutnya sudah ada seperti di Puncak Bogor, di Lido Sukabumi, Sumedang dan saat ini Lanud sedang mengembangkan potensi wisata udara di Ciater Subang. “Sebenarnya wisata udara di Jawa Barat itu tidak perlu di sana saja. Tapi di Lanud Sulaiman pun bisa dimanfaatkan. Seperti Lanud Sulaiman itu punya lapangan rumput yang sangat luas dan itu bisa dimanfaatkan. Makanya saya bilang, tinggal mengemasnya saja, mengeksplorasi potensi wisata udara yang ada di Lanud Sulaiman,” kata Danlanud.

Syafii yang juga menjabat Ketua Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Jawa barat ini pun berharap dari olahraga dirgantara ini bisa dikembangkan lagi ke obyek wisata. “Salah satu tugas FASI itu membina olahraga kedirgantaraan. Tapi selama ini yang dilihat cuma bidang olahraganya saja. Sebetulnya kan bisa diarahkan lagi ke wisata. Jadi, saya berharap olahraga dirgantara ini ke depan harus dikembangkan ke arah wisata juga, begitu maksud saya” pungkas Danlanud.

Sepaham dengannya, Bupati Bandung Dadang Naser pun sepakat Pemkab Bandung harus bisa mengembangkan potensi wisata udara yang ada di Lanud Sulaiman. “Saya sendiri pernah berkeliling Bandung dengan pesawat dari Lanud Sulaiman. Dalam waktu setengah jam saya sudah berkeliling Bandung berwisata udara. Wisata udara seperti ini bisa kita kembangkan lagi,” kata bupati.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]