Bale Bandung

PKK Bisa Jadi Media Kontrol Sosial Pemerintah

×

PKK Bisa Jadi Media Kontrol Sosial Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Kab Bandung, Hj. Kurnia Agustina Naser saat melantik Kepengurusan TP PKK Kab Bandung Periode 2016-2021di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Kamis (26/1). by Anne Humas Pemkab Bandung
Ketua TP PKK Kab Bandung, Hj. Kurnia Agustina Naser saat melantik Kepengurusan TP PKK Kab Bandung Periode 2016-2021di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Kamis (26/1). by Anne Humas Pemkab Bandung

SOREANG – Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, M.Ip menginstruksikan camat untuk terus men-support dan memfasilitasi kegiatan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayahnya masing-masing. Karena sebagai leader di lapangan, kata bupati, seorang camat membutuhkan partner dalam menghadapi berbagai persoalan sosial diantaranya PKK.

“Jadi sudah sewajarnya, jika kita sebagai pemerintah daerah memberikan atensi yang tinggi pada kegiatan PKK ini. Sehingga gerakan mereka akan lebih massif dan inovatif,” tandas Bupati Dadang Naser saat melantik Kepengurusan Tim Penggerak PKK Kab Bandung Periode 2016-2021 dan Sertijab TP PKK Tingkat Kecamatan di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Kamis (26/1/17).

Bupati mengatakan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang hampir mencapai 3,6 juta jiwa, tidak bisa dihindari permasalahan sosial yang dihadapi cukup beragam dan kompleks. Hal ini tentunya membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk sama-sama ikut mengambil peran dalam menuntaskan semua permasalahan, termasuk PKK.

Dadang menilai peran dan keberadaan PKK, bagi birokrasi pemerintahan terutama khusus bagi dirinya, bisa menjadi kontrol sosial. Soalnya ada persoalan-persoalan sosial yang menurutnya memerlukan tokoh perempuan.

Ia menyebutkan perempuan, hatinya sembilan kali lipat dari laki-laki. Sementara laki-laki otak dan kecerdasannya sembilan kali lipat dari perempuan. Namun jika dipadukan di lapangan, kata Dadang, keduanya akan saling melengkapi.

“Dalam bekerja dan bertindak, selain menggunakan kecerdasan pikiran, perempuan lebih banyak menggunakan rasa dan kepekaan. Hal itu merupakan fitrah dan kelebihan yang diberikan Allah kepada perempuan,” terangnya.

Ketua TP PKK Kab Bandung, Hj. Kurnia Agustina Naser meminta PKK Kecamatan dapat melaksanakan fungsi sebagai pimpinan dan pengendalian seluruh aktivitas gerakan PKK. Kurnia mengatakan tidak ada pendidikan khusus PKK. Karenananya jika anggota PKK tingkat kecamatan belum begitu paham dan mengetahui tentang suatu kegiatan, agar tak segan untuk bertanya kepada para pengurus PKK di tingkat kabupaten.

“PKK tidak ada sekolahnya. Jika belum faham dan mengerti apa yang mesti dikerjakan, jangan segan-segan untuk bertanya kepada pengurus kabupaten. Tidak ada yang susah dan berat jika kita terus berkoordinasi dan berkonsultasi,” saran Kurnia.

Sementara dalam menyikapi persoalan sosial, Nia yang juga istri Bupati Bandung ini menjelaskan, hal terkecil yang perlu dilakukan oleh perempuan adalah memperhatikan dan memprioritaskan kepentingan internal rumah tangganya.

Jika kondisi keluarga harmonis dan nyaman, kata Nia, itu merupakan pondasi awal dalam membangun karakter. “Sehingga anggota keluarganya dapat terhindarkan dari segala macam permasalahan sosial melalui pola asuh anak yang benar,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]