Bale Bandung

Fungsi Intermediasi Perbankan Perlu Dioptimalkan

×

Fungsi Intermediasi Perbankan Perlu Dioptimalkan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qudratullah
Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qudratullah. by iwa/bbcom

CANGKUANG – Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qudratullah berpendapat, banyaknya masyarakat yang terlilit utang akibat meminjam uang ke rentenir, diawali dengan tidak berjalannya proses intermediasi perbankan dengan baik. Menurut Najib bank-bank lebih banyak bermain di sektor konsumtif, namun minim untuk membantu para pelaku usaha kecil.

“Selama ini yang terjadi, kalau masyarakat mengajukan kredit kendaraan bermotor itu lebih mudah. Tapi untuk kegiatan usaha kecil malah sulit. Sehingga masyarakat pun mencari mudahnya dengan salah satunya pinjam duit ke sektor ilegal seperti renternir,” ungkap Najib kepada wartawan, usai jadi narasumber seminar Aturan Dasar Perbankan dan Pembiayaan yang digelar MPC Pemuda Pancasila Kab Bandung di Kecamatan Cangkuang, Sabtu (25/2/17).

Selain itu, imbuh Najib, bank seharusnya jangan hanya beri kredit mudah ke pegawai negeri sipil (PNS) karena punya surat keputusan (SK) sebagai agunan. Padahal usaha kecil juga punya hak yang sama untuk dapat mengakses kredit perbankan.

“Jadi, praktek-praktek rentenit itu bisa dihapus kalau fungsi intermediasi perbankan bisa berfungsi maksimal,” tandas anggota DPR dari Fraksi PAN ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun, harus bisa menekankan agar perbankan yang berada di bawahnya memberikan akses mudah kepada para pelaku usaha kecil untuk meminjam kredit. “Sebab peran OJK juga sangat penting dalam rangka mengurangi praktek-praktek rentenir yang menjerat masyarakat,” terang Najib.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]