Bale Bandung

Satlantas Polres Bandung Razia Kendaraan Pakai Rotator dan Sirine

×

Satlantas Polres Bandung Razia Kendaraan Pakai Rotator dan Sirine

Sebarkan artikel ini

rotator1

SOREANG – Banyaknya komplain dari masyarakat melalui akun media sosial Polres Bandung soal kendaraan yang menggunakan rotator, sirine dan adanya kendaraan masang lampu burincak borinong yang menyilaukan, membuat jajaran Satuan Lalulintas Polres Bandung melakukan penindakan terhadap kendaraan yang menggunakan rotaror dan sirine yang bukan peruntukannya.

Kanit Patwal Satlantas Polres Bandung Ipda Feabo, STK menyatakan mereka yang memakai rotator dan sirine dikenai tilang sesuai Pasal 287 ayat (4) jo. pasal 59 UU RI. No 22/2009 ttg Lalu lintas & Angkutan Jalan.

Rotator tersebut kemudian dilepas pemiliknya di hadapan petugas, yang oleh perugas diserahkan kembali kepada pemilik atau pengemudi yang bersangkutan. “Selanjutnya pemilik lampu atau sirine kami minta membuat surat pernyataan di atas materai untuk tidak memasang kembali rotator maupun sirine pada kendaraannya,” kata Feabo saat menggelar razia di kawasan Kopo, Kec Margahayu, Kab Bandung, Minggu (30/4/17).

Menurut Feabo razia dilakukan saban hari dan sudah digelar di beberapa titik seperti kawasan Sadu Kec Soreng dan Lingkar Nagreg.

Penindakan dengan sasaran sirine dan lampu rotaror tersebut mendapatkan banyak apresiasi positif dari masyarakat, saat hasil razia tersebut di-upload di medsos Instagram @tmcpolresbandung dan @polresbandung.

Akun @dodismi_80, berkomentar, nu make lampu kitu sararombong siga jalan nu manehna. Pemilik akun @ade_burhan, berkomentar, Sip sip setuju, tegur dulu, kalau bandel baru di tindak.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]