Bale Bandung

Silat Sunda Institute Gelar International Pencak Silat Camp II di Pangalengan

×

Silat Sunda Institute Gelar International Pencak Silat Camp II di Pangalengan

Sebarkan artikel ini
Pencak Silat Training Camp ke-2 di Perkebunan Agrowisata Malabar, Kec Pangalengan, Kab Bandung, Minggu (21/5). by bbcom
Pencak Silat Training Camp ke-2 di Perkebunan Agrowisata Malabar, Kec Pangalengan, Kab Bandung, Minggu (21/5). by bbcom
Pencak Silat Training Camp ke-2 di Perkebunan Agrowisata Malabar, Kec Pangalengan, Kab Bandung, Minggu (21/5). by bbcom

PANGALENGAN – Silat Sunda Institute kembali menggelar International Pencak Silat Training Camp ke-2 di pelataran Rumah Bosscha Perkebunan Agrowisata Malabar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada 14 – 21 Mei 2017. Pendiri Silat Sunda Institute, Roedy M.Wiranatakusumah mengatakan Pencak Silat Camp pertama yang digelar pada November 2016.

“Pencak silat camp ini mendatangkan para pesilat luar negeri seperti dari Eropa, Amerika dan Kanada selain dari Indonesia sendiri. Para peserta Pencak Silat Camp kedua ini nantinya akan mengikuti ASIAN Festivals pada Juli 2017 di Kota Sofia, Bulgaria,” terang Roedy kepada Balebandung.com, Minggu (21/5/17) .

Roedy menilai kegiatan ini merupakan misi budayanya sehingga mampu mendatangkan puluhan pesilat asing dari Iceland, Belgia, Inggris, Belanda, Italia, Amerika, Kanada, Filipina dan Singapura, selain Indonesia sendiri.

“Ini juga untuk mengangkat nilai kekayaan budaya leluhur dan kearifan lokal Indonesia, agar bisa dimaknai sebagai tuntunan hubungan antar sesama,” kata Roedy yang berprofesi sebagai advokat maritim ini.

Menurutnya melestarikan Pencak Silat adalah bagian dari identitas budaya untuk generasi muda, dalam meningkatkan nilai kebangsaan dengan kepribadian yang tangguh.

“Seseorang yang memiliki pribadi yang tangguh merupakan aset bagi kehidupan di lingkungannya dan pemberi manfaat untuk sesama, karena itu ,mari kita berlatih Pencak Silat,” kata Roedy.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]