Bale Bandung

Gemblengan Akademik Bentuk Pribadi Berkualitas

×

Gemblengan Akademik Bentuk Pribadi Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Para lulusan terbaik menerima cindera mata dari Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb M. Syafii, M.M., pada upacara tupdik di lapangan apel Staf 2 Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. by Pentak Lanud Sulaiman).
Para lulusan terbaik menerima cindera mata dari Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb M. Syafii, M.M., pada upacara tupdik di lapangan apel Staf 2 Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. by Pentak Lanud Sulaiman).

MARGAHAYU – Gemblengan fisik, mental, dan akademik di tengah kehidupan pendidikan yang telah dilalui, tak lain bertujuan untuk membentuk para lulusan menjadi pribadi yang berkualitas, berdedikasi tinggi, dan bermental baja.

“Selain itu, disiapkan pula untuk merespon tuntutan perubahan di era globalisasi dan informasi, sehingga penyelenggaraan pendidikan perlu melakukan inovasi dalam segala aspeknya,” kata Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.IP.,M.M., saat jadi inspektur upacara pada penutupan pendidikan, di Lapangan Apel Staf II Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab Bandung, Rabu (14/7/17).

Pendidikan yang telah ditempuh para lulusan kali ini antara lain Susbamenjurlek (Kursus Bintara Manajemen Kejuruan Elektronika) A-34, Susjurlata Jurkom (Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Juru Komuniasi) A-18, Avionik A-16, dan Tekponkomdata(Teknik Telepon Komunikasi Data) A-9.

Danlanud menyebut lembaga pendidikan punya empat sisi tujuan pendidikan, yaitu akademik, keahlian, sosial, dan personel. “Karenanya, lembaga ini memiliki posisi strategis dalam meningkatkan profesionalisme personel yang berkualitas, baik dari segi sikap maupun dari bidang akademik sesuai dengan bidang keahliannya,” tandasnya.

Pendidikan Susbamenjurlek A-34, Susjurlata Jurkom A-18, dan Susjurlata Tekponkomdata A-9 dilaksanakan di Skadik 202 Lanud Sulaiman, dan Susjurlata Avionik A-16 dilaksanakan di Skadik 203 Lanud Sulaiman. Keempat pendidikan tersebut dilaksanakan selama tiga bulan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]