Bale Jabar

Nih, Cerita Aher tentang Kaisar Hirohito

×

Nih, Cerita Aher tentang Kaisar Hirohito

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Sidang Terbuka Senat Politeknik Bandung (Polban), di Pendopo Tonny Soewandito Polban, Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Bandung, Sabtu (29/07/17). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Sidang Terbuka Senat Politeknik Bandung (Polban), di Pendopo Tonny Soewandito Polban, Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Bandung, Sabtu (29/07/17). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan sumber daya manusia yang handal, unggul, dan berdaya saing menjadi harapan masa depan sebuah bangsa. Pendidikan, menjadi salah satu cara untuk menggapai kualitas sumber daya manusia tersebut.

“Tidak akan pernah mungkin ada kemajuan apapun tanpa pendidikan,” tandas Aher usai menghadiri undangan Sidang Terbuka Senat Politeknik Bandung (Polban), di Pendopo Tonny Soewandito Polban, Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Bandung, Sabtu (29/07/17).

Oleh karena itu, kata Aher, bidang ataupun tingkatan pendidikan apapun, harus menjadi prioritas sepanjang kehidupan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong kualitas pendidikan, agar terus maju dan berkembang, baik dari segi keilmuan, fasilitas, hingga daya tampung bagi para peserta didik. “Kalau daya tampung semakin luas berarti kesempatan bersekolah bagi anak-anak kita semakin terbuka,” kata Aher.

Gubernur bercerita ketika Jepang pernah terpuruk dengan hancurnya Kota Hiroshima dan Nagasaki oleh bom atom Amerika. Jepang saat itu lumpuh total, korban meninggal mencapai jutaan, belum lagi efek radiasi bom tersebut yang dalam perkiraan membutuhkan 50 tahun untuk menghilangkan itu semua. Maka Jepang terpaksa menyerah kepada sekutu.

“Setelah itu Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jendral yang masih hidup yang tersisa, menanyakan kepada mereka “Berapa jumlah guru yang tersisa?“. Para jendral pun bingung mendengar pertanyaan Kaisar Hirohito dan menegaskan kepada Kaisar bahwa mereka masih bisa menyelamatkan dan melindungi Kaisar walau tanpa guru.

Namun, Kaisar Hirohito kembali berkata, “Kita telah jatuh, karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang. Tapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak bisa belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka, kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.”

Betapa bernilainya seorang guru di mata Kaisar saat itu, sama seperti betapa bernilainya guru saat ini. Jepang menjadi negara maju seperti saat ini tak lepas dari pengaruh dan campur tangan guru. Tanpa guru, mungkin Jepang saat ini akan tetap terpuruk dan takkan menjadi salah satu negara yang ditakuti oleh negara lain.

Bahkan saat ini, Jepang telah menjadi ancaman serius untuk negara yang pernah menjadikannya terpuruk, yakni Amerika. Kemajuan Jepang tersebut hanyalah sebuah ilustrasi dan pengibaratan yang sangat sederhana tentang pentingnya sosok guru.

Kembali ke Bandung, Aher pun menilai baik bila ada elemen masyarakat yang mau mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi kemajuan bangsa.Pada kesempatan ini, Gubernur menyerahkan berbagai penghargaan dari Polban kepada mahasiswa/mahasiswi berprestasi baik dari segi akademis, maupun prestasi ekstrakulikuler.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]