Bale Bandung

1.200 Pesilat Ikuti Pasanggiri Bupati Cup

×

1.200 Pesilat Ikuti Pasanggiri Bupati Cup

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Pasanggiri Pencak Silat Bupati Cup IX di GOR KONI Soreang, Sabtu (19/11).
Pembukaan Pasanggiri Pencak Silat Bupati Cup IX di GOR KONI Soreang, Sabtu (19/11).

SOREANG – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Aten Sonadi mengatakan Pasanggiri Pencak Silat Bupati Cup ke-IX diadakan sebagai upaya melestarikan budaya.

Selain itu ke depan diharapkan bisa jadi bagian dari pariwisata di Kabupaten Bandung. Pihaknya juga mendorong agar kesenian pencak silat bisa jadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar dan menengah. Aten menyebut saat ini jumlah paguron silat di Kabupaten Bandung mencapai 600-an.

Menurutnya selama tiga hari penyelenggaraan, pasanggiri diikuti 1.200 peserta dan didukung 30 DPC Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) se-Kabupaten Bandung. Cabang yang dipertandingkan sebanyak 18 kategori.

“Antusiasme masyarakat untuk belajar pencak silat sangat tinggi. Bahkan banyak dari mahasiswa luar negeri ikut serta belajar pencak silat,” kata Aten saat penutupan pasanggiri di Bale Rame, Soreang, Senin (20/11/17).

Ketua Panitia Pasanggiri Pencak Silat Bupati Cup, Dani Mishan menjelaskan, pasanggiri merupakan ajang evaluasi kepiawaian pesilat yang selama ini ditekuni. Sebab menurut Dani pada dasarnya silat merupakan bagian dari budaya kita sendiri yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

“Di silat itu, mereka mengembangkan berbagai gerak yang visualisasi keseharian. Ada keras, ada lembut, ada juga bertenaga, semua tergantung dari kepiawaian pesilat sampai di mana mereka menempa potensi diri sebagai pesilat tangguh,” terang Dani.

Menurutnya, dalam pasanggiri ini tidak memandang kalah atau menang, sebab yang paling utama adalah kebersamaan dalam menjaga dan melestarikan seni budaya pencak silat.

“Hakekatnya apa yang ditampilkan di sini merupakan apresiasi selama mereka mendalami pencak silat, baik dari jenis gerakannya dan cara performannya yang bervariasi. Tapi inti dari pencak silat ini adalah melestarikan budaya semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengapresiasi Pasanggiri Pencak Silat yang dilaksanakan tiap tahun di Kabupaten Bandung. Bupati berharap ke depan kegiatan pencak silat di tiap padepokan silat bisa jadi objek wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan ke depan kegiatan pencak silat bisa jadi objek pariwisata yang bisa dijual,” ucap bupati.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]