Bale Bandung

Kang Hasan Sampaikan Gagasan Jalur Rajawali ke Relawan Jabar Selatan

×

Kang Hasan Sampaikan Gagasan Jalur Rajawali ke Relawan Jabar Selatan

Sebarkan artikel ini
Cagub Jabar no 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) ngaliwet bareng saat Deklarasi Serikat Petani Pasundan, di Kec Cijeruk, Kab Garut, Kamis (26/4/18). by HMC

GARUT – Kesenjangan pembangunan yang terjadi antara wilayah Jawa Barat Utara dan Selatan, memang sudah menjadi masalah kompleks. Pembangunan wilayah Jawa Barat Selatan jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah utara. Baik pembangunan infrastruktur maupun ekonomi.

Untuk meratakan pembangunan antara kedua wilayah tersebut, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin akan membuat Jalur Rajawali, yakni Jalur Kereta Api dan Jalan Jawa Barat Lintas.

Pria yang akrab disapa Kang Hasan itu memaparkan, Jalur Rajawali merupakan program pembangunan infrastruktur jalan raya dan jalur kereta api untuk menghubungkan antar wilayah di Jawa Barat terutama wilayah selatan. Dengan Konsep Jalur Rajawali ini seluruh wilayah di Jabar terhubung dengan baik dan merata.

Menurut purnawirawan jenderal yang juga pernah belajar di Perancis itu, Jawa Barat memiliki potensi besar yang bisa digali untuk dikembangkan. Diantaranya agribisnis, agroindustri, industri kelautan dan pariwisata terpadu.

“Melalui Jalur Rajawali, pemerintah harus mampu mengoptimalkan sumberdaya lahan, pesisir dan kelautan yang ada di wilayah Jabar Selatan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Kang Hasan saat Deklarasi Serikat Petani Pasundan, di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Garut, Kamis (26/4/18).

Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menambahkan, dengan adanya jalur penghubung seluruh wilayah Jawa Barat, ketimpangan yang selama ini terjadi akan bisa terselesaikan. Selain itu, lanjut Kang Hasan, berbagai kegiatan perekonomian juga akan mengikuti, seiring tersedianya infrastruktur yang memadai.

“Kalau Infrastrukturnya tersedia, maka investor pun akan berduyun-duyun menanamkan modalnya di Jabar Selatan, dampaknya terhadap ketersediaan lapangan kerja yang mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) Agustiana menyampaikan, Kang Hasan merupakan calon pemimpin visioner dalam memajukan daerah secara merata di semua wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, Kang Hasan bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton) merupakan dua sosok purnawirawan jenderal yang paham akan permasalahan di Jawa Barat. Dengan begitu Jawa Barat berada di tangan yang tepat jika dipimpin oleh pasangan yang dikenal dengan Hasanah itu.

“Mencalonkannya mereka sebagai Gubernur Jawa Barat karena panggilan dan tanggungjawab umat. Saya pikir tak ada yang seperti Hasanuddin dan Anton, dalam memahami permasalahan Jawa Barat, terutama wilayah selatan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memilih mereka,” tegas Agus.

Acara yang dihadiri oleh masyarakat petani dan agraria di Kabupaten Garut itu, berlangsung meriah dengan penampilan kesenian budaya khas sunda. Bahkan Kang Hasan sempat menghibur peserta dengan pentas silat.

Acara ditutup dengan makan bersama Kang Hasan dan petani dengan beralaskan dau pisang. Usai berjumpa dengan petani di Cijeruk, Kang Hasan menyambangi tokoh masyarakat yang juga pimpinan pondok pesantren Manarul Huda, K.H Abdurahman SG, di Kecamatan Cisewu. Di Pondok Kang Hasan Bersilaturahmi dan shalat ashar berjamaah.

Seperti diketahui, Cagub No 2 Jawa Barat Kang Hasan melakukan kampanye ke Jabar Selatan. Kampanye itu disebutnya dengan Wisata Gurilap atau Wisata Gunung Rimba Laut dan Pantai. Hal itu mengingat medan Kampanye Jabar Selatan melewati pegunungan, lautan dan pantai. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), khususnya dalam penataan jaringan utilitas telekomunikasi dan implementasi ducting. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mempertanyakan masih ditemukannya kabel telekomunikasi yang melintang dan tidak tertata dan semrawut, sementara Pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi yang mengatur pipa bersama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) atau Basic Class Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Bandung Angkatan XV diduga diwarnai praktik perpeloncoan dan kekerasan fisik terhadap peserta. Dugaan tersebut disampaikan salah seorang orang tua peserta berinisial Yn warga Kabupaten Bandung. Kepada balebandung.com, Yn mengaku anaknya mengalami trauma setelah mengikuti Diklatsar yang berlangsung sekitar setahun […]