Bale Bandung

Di Hari Pendidikan, Kang Hasan Didukung Tokoh Pendidik Sukabumi

×

Di Hari Pendidikan, Kang Hasan Didukung Tokoh Pendidik Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Di Hari Pendidikan, Kang Hasan Didukung Tokoh Pendidik Sukabumi
Cagub Jabar no 2 TB. Hasanuddin (Kang Hasan) bersama Pimpinan Ponpes Al Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana di Museum dan Perpustakaan Prabu Siliwangi di Jl. Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (2/5/18). By HMC
Di Hari Pendidikan, Kang Hasan Didukung Tokoh Pendidik Sukabumi
Cagub Jabar no 2 TB. Hasanuddin (Kang Hasan) bersama Pimpinan Ponpes Al Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana melihat senjata tumbak di Museum dan Perpustakaan Prabu Siliwangi di Jl. Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (2/5/18). By HMC

SUKABUMI – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023 TB. Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton) terus meraih simpatik dari segenap elemen masyarakat Jawa Barat.

Usai melakukan safari politik ke Bagian Barat Jabar Selatan yakni ke Tegal Buleud, di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini Kang Hasan mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat, ulama dan pendidik di Kota Sukabumi yakni, Profesor Deddy Ismatullah dan KH Fajar Laksana Pimpinan Ponpes Al Dzikir Al Fath.

Sikap Prof Deddy yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi disampaikan di depan awak media usai bertemu dengan Kang Hasan, di Islamic Center Sukabumi, Rabu (2/5/18).

Menurut Prof. Deddy ada 4 alasan mengapa dirinya mendukung pasangan Duo Jenderal pada kontestasi Pilkada Jabar 2018 itu. Pertama, Kang Hasan memiliki karakter budaya Jawa Barat, dan paham bagaimana psikologi rakyat. Kedua, Jawa Barat membutuhkan kepemimpinan yang tegas, disiplin yang mampu melanjutkan pembangunan Jawa Barat yang lebih bagus.

“Kang Hasan adalah mantan jenderal yang memiliki pengalaman kepemimpinan yang luar biasa,” jelas Rektor UIN Bandung 2011-2015 itu. Alasan ketiga, imbuh Prof Deddy, dirinya tidak menapikan sosok sipil, namun eksistensi dan kredibilitas Kang Hasan menjadi alasan memutuskan pilihannya. “Keempat saya mendoakan, semoga beliau memimpin Jawa Barat,” tegas Prof Deddy.

Deddy berharap ada perbaikan yang signifikan pada sektor pendidikan di Jawa Barat. Ia mengapresiasi pasangan Hasanah yang menetapkan bantuan Rp 1 triliun untuk pesantren. “Itu sangat bagus dan setuju sekali. Menunjukan beliau religius dan mau berjuang untuk agamanya,” jelas Deddy.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Qur-an Al Fath, Kyai Fajar mengungkapkan dukungan terhadap Kang Hasan karena beliau calon yang paling mewakili budaya Sunda.

“Beliau ternyata Sakucuran (1 keturunan) dari Pajajaran. Saya yang ke-17 Kang Hasan ke-19,” jelas Kyai Fajar yang juga pendiri museum dan perpustakaan Prabu Siliwangi di Jl. Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Sukabumi.

Kyai Fajar menambahkan, sudah sepatutnya Jawa Barat dipimpin oleh sosok yang yang memiliki kekuatan spiritual, kekuatan kepepimpinan dan kekuatan rakyat. “Kang Hasan adalah jenderal yang telah teruji. Pengalamannya luas,” tegas Kyai Fajar.

Atas dukungan kedua sosok pendidik di Sukabumi itu Kang Hasan seperti tersulut semangatnya. Pria yang pernah belajar Sekolah Komando Militer di Perancis itu berkomitmen melaksanakan petuah para pendidik itu jika diamanahi memimpin Jawa Barat. “Dalam pikiran saya. Di sisa hidup saya. Saya ingin berbakti dan bermanfaat untuk masyarakat Jawa Barat,” tegas Kang Hasan. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG — Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, resmi meraih gelar doktor dari Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UPI, Senin (27/7/2026). Dalam sidang terbuka tersebut, Yusuf mempresentasikan disertasi berjudul “Ayat-Ayat Kinayah Berimplikasi Hukum: Suatu Kajian Berbasis […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya menjadikan Kabupaten Bandung sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan World Boomerang Championship (WBC) 2026, kejuaraan boomerang tingkat dunia yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, di Lanud Sulaiman, Margahayu, Senin (27/7/2026). Kejuaraan yang diikuti peserta dari 12 negara itu dinilai […]

Bale Bandung

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah. Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung,com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Komitmen tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Peringatan HAN tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 5.000 […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Jawa Barat menjadi salah satu daerah prioritas Program 3 Juta Rumah. Hal itu ditandai dengan lonjakan kuota rumah subsidi melalu Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang meningkat dari sekitar 6.000 unit tahun sebelumnya menjadi 46.000 unit pada tahun ini. “Peningkatan kuota rumah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: […]