Bale Bandung

Perda dan Tarif Ducting Sudah Ada, Kabel Masih Semrawut, Bupati KDS Sentil Kinerja DPUTR

×

Perda dan Tarif Ducting Sudah Ada, Kabel Masih Semrawut, Bupati KDS Sentil Kinerja DPUTR

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat rakor rutin bersama OPD di Gedung M. Toha, Soreang, Selasa (22/9/26).

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), khususnya dalam penataan jaringan utilitas telekomunikasi dan implementasi ducting.

Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mempertanyakan masih ditemukannya kabel telekomunikasi yang melintang dan tidak tertata dan semrawut, sementara Pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi yang mengatur pipa bersama sekaligus ketentuan tarif pemanfaatan jaringan utilitas pada ducting.

Kritik tersebut disampaikan KDS saat memimpin rapat kordinasi rutin bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung M. Toha, Soreang, Selasa (22/9/2026).

“Tiang listrik, kabel melintang, ducting, pendapatan DPUTR tidak terserap. Padahal perda sudah dibuatkan,” sesal KDS.

Persoalan yang disoroti Bupati bukan sekadar keberadaan kabel di ruang publik. Kabupaten Bandung telah memiliki Peraturan Bupati Bandung Nomor 76 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi yang mengatur penyelenggaraan pipa bersama untuk jaringan fiber optik.

Dalam aturan tersebut, penggelaran kabel fiber optik diwajibkan ditempatkan dalam pipa bersama. Penyelenggara telekomunikasi juga harus mengajukan rekomendasi kepada DPUTR, yang melakukan evaluasi berdasarkan masterplan jaringan pipa bersama dan ketersediaan pipa.

Artinya, secara regulasi, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki instrumen untuk menata jaringan kabel telekomunikasi. Namun, KDS mempertanyakan mengapa di lapangan masih terdapat kabel yang melintang dan tidak memenuhi estetika.

“Entah DPUTR-nya sibuk terlalu banyak pekerjaan lainnya, barangkali tidak fokus. Mau kabel listrik, kabel telepon, yang melintang tidak memenuhi estetika, pindahkan saja ini,” ujar KDS.

Persoalan ducting juga memiliki dimensi penerimaan daerah. Melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 9 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pemkab Bandung telah menetapkan tarif sewa jaringan utilitas pada ducting. Jaringan utilitas yang menggunakan ducting yang disiapkan Pemkab dikenakan tarif Rp15.000 per meter per tahun, sedangkan ducting yang disiapkan pemilik jaringan utilitas dikenakan tarif Rp10.000 per meter per tahun.

Dengan adanya ketentuan tarif tersebut, pemanfaatan ducting memiliki dua sisi sekaligus: penataan jaringan telekomunikasi agar lebih tertib dan pemanfaatan aset/infrastruktur daerah yang berpotensi memberikan penerimaan. Karena itu, KDS mempertanyakan implementasi kebijakan tersebut, termasuk optimalisasi potensi penerimaan yang berkaitan dengan pemanfaatan jaringan utilitas.

Sorotan Bupati menjadi semakin tajam karena persoalan yang sama telah memiliki landasan regulasi sejak 2017, sementara ketentuan tarif pemanfaatannya kembali diperkuat melalui Perda Nomor 9 Tahun 2025. Dengan kata lain, persoalannya kini bukan lagi semata apakah aturan tersedia, tetapi bagaimana aturan tersebut dijalankan.

KDS bahkan mempertanyakan apakah DPUTR belum memahami secara utuh mekanisme penataan ducting dan jaringan utilitas tersebut. Ia meminta agar perangkat daerah membuat kajian apabila masih terdapat persoalan dalam memahami maupun menerapkan kebijakan.

“PUTR kalau dibicarakan mendengarkan tidak? Kalau DPUTR masih belum paham, buat kajian biar lebih bisa dipahami,” tegasnya.

Bagi KDS, regulasi tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Kebijakan yang telah dibuat harus menghasilkan perubahan nyata di lapangan, termasuk penataan kabel telekomunikasi yang masih menggunakan jaringan udara dan dinilai mengganggu estetika kawasan.

Ia juga meminta perangkat daerah tidak sekadar melakukan studi banding tanpa ada tindak lanjut. Hasil pembelajaran dari daerah lain, menurutnya, harus diterapkan apabila memang sesuai dan dapat memberikan manfaat bagi Kabupaten Bandung.

“Kalau saya perintah, laksanakan. Lapor studi banding ke Surabaya atau daerah lainnya untuk apa kalau tidak diterapkan? Percuma kalau tidak dijadikan Repelita di Kabupaten Bandung. Kalau memang positif dan bisa diterapkan di Kabupaten Bandung, ya terapkan saja,” tandasnya.

Kritik KDS tersebut kini menempatkan DPUTR pada pekerjaan rumah yang cukup jelas: memastikan regulasi penataan jaringan telekomunikasi benar-benar berjalan, memperjelas implementasi ducting, menata kabel yang masih melintang di ruang publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan jaringan utilitas yang telah memiliki dasar tarif dalam Perda Kabupaten Bandung Nomor 9 Tahun 2025.

Regulasi sudah tersedia, mekanisme sudah diatur, bahkan tarif pemanfaatan ducting sudah ditetapkan. Pertanyaan Bupati kini sederhana: kapan penataan kabel itu benar-benar terlihat di lapangan?***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Fathu, Soreang Jumat (6/11/2026). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memahami hakikat keberuntungan dan kesuksesan hidup berdasarkan tuntunan Al-Qur’an. Mengangkat Surah Al-‘Ashr dan Surah Al-Mu’minun ayat 1–10, ia menjelaskan bahwa kesuksesan sejati tidak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebadung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) meminta Galih Hendrawan yang terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung periode 2026–2031 untuk merangkul seluruh kepala desa dan menjaga soliditas organisasi. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung. Pesan tersebut disampaikan KDS seusai […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Galih Hendrawan, terpilih sebagai Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Merah Putih (APDESI MP) Kabupaten Bandung periode 2026–2031. Galih meraih kemenangan telak dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara, Galih yang […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk memenuhi seluruh hak keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komitmen tersebut disampaikan Agus saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pemakaman militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bandung, Kamis (5/11/2026). Agus menyebut […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengukuhkan kepengurusan Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) periode 2026–2030 sekaligus menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran pengurus dan pemangku kepentingan terkait, di Gedung M Toha Soreang, Kamis (5/11/2026). Dalam sambutannya, KDS menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FKBS yang telah dikukuhkan. Ia menegaskan pembangunan Kabupaten Sehat tidak dapat hanya […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Perkembangan pasar modal Indonesia belakangan ini menjadi perhatian publik, terutama setelah munculnya berbagai isu terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dinamika tersebut tidak hanya menjadi perhatian investor, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kondisi ekonomi nasional dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis […]