Bale Bandung

Amankan Asian Games, Polres Bandung Terjunkan 2.545 Personil

×

Amankan Asian Games, Polres Bandung Terjunkan 2.545 Personil

Sebarkan artikel ini
Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan berfoto bersama usai upacara HUT Bhayangkara ke-72 di Mapolres Bandung, Rabu (11/7/18).by ist

SOREANG – Polres Bandung akan menerjunkan sebanyak 2.545 personel untuk mengamankan venue Asian Games XVIII Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Rencananya, stadion yang akan digunakan untuk cabang olahraga sepakbola tersebut dimulai pada Agustus mendatang.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan menyebutkan sebanyak 2.545 personel yang dilibatkan akan melakukan pengamanan venue Stadion Si Jalak Harupat. Kemudian pengamanan terhadap seluruh anggota tim yang bertanding nanti.

“Diharapkan seluruh atlit yang bertanding akan merasa aman, nyaman dan selamat,” ucap Kapolres kepada wartawan, usai upacara HUT Bhayangkara ke-72 di Mapolres Bandung, Rabu (11/7/18).

Ia menuturkan, seluruh tim yang akan bertanding di Stadion si Jalak Harupat menginap di Kota Bandung. Sehingga pihaknya akan fokus mengamankan venue dan seluruh atlit yang berada di lokasi acara Asian Games 2018.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap menyelenggarakan Asian Games 2018. Menurut penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan,jelang puncak pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan berlangsung 50 hari lagi, sejumlah venue olahraga di Jabar sudah siap digunakan.

Provinsi Jabar menjadi lokasi venue terbesar kedua setelah Jakarta dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Adapun sejumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan diantaranya sepak bola, kano slalom, paragliding, road bicycle racing, dan mountain bike cycling.

“Secara keseluruhan kami siap melaksanakan Asian Games 2018,” ujar Iriawan akhir pekan lalu.

Iriawan atau akrab disapa Iwan pun memaparkan progress persiapan di venue Jabar. Seperti misalnya di stadion sepak bola Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, yang kesiapan infrastrukturnya sudah mencapai 75 persen. “Untuk rumput di Si Jalak Harupat sudah 60 persen, karena menanam rumput di stadion ini memang sedikit sulit, perlu teknik khusus,” kata Iwan.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]