Bale Bandung

Pengelola Wisata Bandung Selatan Berharap Berkah Asian Games 

×

Pengelola Wisata Bandung Selatan Berharap Berkah Asian Games 

Sebarkan artikel ini

SOREANG – Para pengelola objek wisata pemandian air panas di kawasan wisata Bandung Selatan berharap pelaksanaan pertandingan sepak bola Asian Games di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, yang akan dimulai 19 Agustus mendatang membawa dampak positif terhadap kunjungan wisatawan. Terlebih pasca lebaran dan penerimaan siswa baru di sekolah, jumlah kunjungan wisatawan ke Bandung Selatan turun drastis.

Pjs Kepala Unit Agrowisata pemandian air panas Ciwalini, Dede Yuyun mengatakan event Asian Games membawa harapan besar bagi para pengelola wisata alam di Bandung Selatan. Pihaknya pun terus berbenah, dengan harapan kedatangan tamu yang datang dari berbagai negara itu, datang mengunjungi berbagai objek wisata yang ada dikawasan Bandung Selatan.

“Kami punya harapan besar perhelatan Asian Games nanti bisa berdampak positif terhadap geliat pariwisata di daerah kami. Apalagi itu kan event internasional, pastinya akan banyak orang dari luar negeri datang ke Kabupaten Bandung, ini juga kesempatan bagus untuk mempromosikan pariwisata di sini,” kata Dede, Rabu (8/8/18).

Untuk menyambut Asian Games itu, memang pihaknya tidak melakukan persiapan khusus. Namun demikian, pihaknya terus berbenah diri untuk memanjakan para wisatawan yang datang ketempatnya. Seperti perbaikan dan perluasan lapangan parkir, perbaikan kolam dan akses masuk dan keluar serta perbaikan berbagai fasilitas lainnya.

“Selain menyambut Asian Games, kami juga terus berbenah diri untuk mendukung program Pemerintah Pusat yang mencanangkan 1 juta kunjungan wisatawan ke tanah air. Apalagi kawasan wisata Ciwidey di Bandung Selatan ini menjadi salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) pariwisata di Jabar bersama Pangandaran dan Lembang,” imbuhnya.

Dede melanjutkan, para pengelola objek wisata di Bandung Selatan saat ini tengah mengalami sepi pengunjung yang bisa dikatakan siklus tahunan di bulan Agustus hingga September.

Makanya saat ini rata rata pengunjung ke Ciwalini perhari hanya 100 hingga 200 orang saja. Sedangkan pada akhir pekan, hanya sekitar 750 orang saja perhari. Hal ini berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya, rata rata perhari bisa mencapai 1.000 orang.

“Memang sekarang sedang sepi, sudah terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri kemarin dan setelah usainya masa penerimaan siswa baru di sekolah. Semua objek wisata di sini cenderung sepi. Jadi adanya event Asian Games itu sangat diharapkan membawa berkah untuk kami para pelaku usaha wisata di Bandung Selatan ini,” ucapnya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]