Bale Jabar

Nih, Profil Pesilat Hanifan yang Satukan Jokowi dan Prabowo

×

Nih, Profil Pesilat Hanifan yang Satukan Jokowi dan Prabowo

Sebarkan artikel ini
ist by NYSN

BANDUNG – Pesilat Hanifan Yudani Kusumah, meraih medali emas Asian Games 2018. Pemuda kelahiran 25 Oktober 1997 ini mengalahkan pesilat Vietnam, Thai Linh Nguyen di nomor putra kelas C 55-66 kg saat laga final di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8/18).

Hanifan yang tercatat sebagai warga Jalan Pasir Kerenceng RT 03/07 Kampung Mulyasari, Desa Cincin, Soreang, Kabupaten Bandung ini makin dikenal publik setelah aksinya memeluk Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto secara bersamaan.

Warganet memuji tindakannya di tengah persaingan politik yang ketat dan menegangkan antara keduanya. Aksi Hanif menyatukan Jokowi-Prabowo dengan silat pun jadi trending topik di twiter.

Saat dihubungi via telepon, paman Hanif, Hendi Kosasih mengungkapkan keponakannya tersebut belajar pencak silat sejak umur enam tahun. Ia digembleng oleh kedua orangtuanya , yang juga pernah menjadi juara dunia pada tahun 1980-an dan 90an.

“Darah pencak silat dan juara sudah ada di diri Hanifan. Sejak enam tahun belajar silat karena ibu bapaknya juara dunia silat. Bapaknya, Dani Wisnu tahun 1986 juara dunia di Austria dan 1989 di Malaysia. Sedangkan ibunya, juara dunia 1989 di Malaysia dan 1992 di Belanda,” tutur Hendi, Kamis (30/8/18).

Hanif dibentuk oleh orangtuanya di Paguron Tadjimalela yang didirikan pada 1974. Sejak SMP, kata Hendi, keponakannya itu sudah mengikuti kompetisi di O2SN, Popda, Popnas dan semenjak lulus SMA pada 2016 lalu terjun di PON Jawa Barat dan meraih juara pertama. Kini Hanif kuliah di STKIP Pasundan.

Tidak hanya itu, menurutnya sosok yang dikenal peduli dengan sesama ini merengkuh juara satu di kejuaraan dunia di Bali. Saat babak semifinal di kejuaraan tersebut lawannya adalah pesilat asal Vietnam yang menjadi lawannya di final Asian Games.

Ia mengungkapkan, pada 2017, Hanif mengikuti Belgia Open dan menjadi juara satu termasuk di Penang Open. Sementara di Sea Games hanya mendapatkan perunggu. “Alhamdulillah di Asian Games juara pertama di final secara dramatis dan ketat dan tegang sekali,” ucapnya.

Hendi mengungkapkan, Hanifan merupakan sosok yang out of the box. Sebab, dikenal polos dan lugu serta peduli terhadap sesama rekannya di Paguron Tadjimalela.

“Kadang-kadang Hanif kalau punya rejeki dia mendorong adiknya di Tadjimalela untuk ikut pertandingan. Jiwa sosialnya tinggi,” bebernya.

Terkait pelukannya yang menyatukan Jokowi dan Prabowo, Hendimengaku tidak menyangka atas kejadian tersebut. Dirinya pun belum berbicara banyak dengan keponakannya terkait aksi selebrasinya.

Sementara itu, rumah sekaligus Sekretariat Pengurus Cabang Perguruan Silat Tadjimalela Kabupaten Bandung masih tampak sepi. Di rumah yang didominasi warna orange hanya ada asisten rumah tangga dan bibi dari Hanifan.

Di balik ketegangan para pendukung kedua Capres, Jokowi-Prabowo, Hanif menyadarkan rakyat Indonesia untuk terus bersatu walaupun beda. Selamat Hanifan!!!

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]