Bale Jabar

Nih, Langkah Jabar Tekan Angka Kemiskinan

×

Nih, Langkah Jabar Tekan Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menghadiri Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) se-BKPP IV Priangan Barat di Kantor Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (BRLKT) Provinsi Jawa Barat Jalan Raya Jatinangor Sumedang, Selasa (10/5/16). by Humas Pemkot Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menghadiri Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) se-BKPP IV Priangan Barat di Kantor Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (BRLKT) Provinsi Jawa Barat Jalan Raya Jatinangor Sumedang, Selasa (10/5/16). by Humas Pemkot Bandung

SUMEDANG – Pada Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) se-wilayah BKPP IV Priangan Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, saat ini angka kemiskinan di Jawa Barat mencapai 9%.

Angka dari BPS ini lebih kecil dari rata-rata nasional. Namun karena jumlah penduduknya banyak yaitu 46 juta jiwa, angka tersebut terbilang cukup besar. Untuk menekannya perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap program-program pengentasan kemiskinan dan penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten kota.

“Kita akan adakan evaluasi menyeluruh dan harus mengidentifikasi dulu angka tersebut apa persoalannya. Ini penanganannya akan berbeda,” kata Wagub usai membuka Rakor TKPK di Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi (BRLK) Dinas Kehutanan Jabar Jatinangor Sumedang, Selasa (10/5/16).

Beberapa faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan menurutnya, bisa karena faktor rendahnya pendidikan, akses pekerjaan yang sulit, kesehatan atau minimnya keterampilan. “Kita juga sudah rapat bersama seluruh wilayah BKPP se-Jabar untuk membahas ini dan kita sudah temukan solusinya,” tambahnya.

Selain itu efektifitas penggunaan anggaran menjadi perhatian penting, sebab saat ini anggaran untuk pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat maupun daerah terbilang cukup besar, namun belum berdampak optimal.

“Makanya kita coba evaluasi, kita datangi perwilayah BKPP agar lebih fokus upaya apa yang harus dilakukan untuk penanganan di daerah masing-masing, juga apa yang bisa kita lakukan dengan anggaran provinsi, sinergitas apa yang kita bisa jalin supaya betul-betul sasarannya tepat dan akuntabel bisa diukur keberhasilannya,” jelasnya.

Selain upaya dari pemerintah diperlukan juga perubahan mental dari masyarakatnya sendiri. Sebab, itulah modal sosial yang dapat menghilangkan kemiskinan kultural. Wagub mencontohkan di Desa Nanggerang Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi semua masyarakatnya merasa malu bila mengaku miskin walaupun masyarakat di desa tersebut mayoritas bermata pencaharian buruh tani. Namun dengan mental dan sistem kelembagaan yang kuat desa tersebut bisa mandiri dan masyarakatnya sejahtera walaupun tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah.

“Luar biasa masyarakat di Desa Naggerang itu dalam waktu tiga bulan saja sudah bisa beli ambulans, tiga tahun sudah bisa bangun puskesmas dengan biaya gratis dan PAUD yang bagus. Padahal penghasilannya hanya Rp 40 ribu perhari dan Rp1.000 mereka sisihkan untuk kepentingan bersama seperti membuat sarana umum. Jadi merubah kemiskinan itu mentalnya dulu, ditambah ada sistem kelembagaan dan seorang pemimpin yang dipercaya masyarakat, itulah modal sosial dan kita akan terapkan sistem ini di desa lain,” paparnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]