Bale Bandung

Belum Ada Bakal Calon Perseorangan Datang ke KPU Kab Bandung

×

Belum Ada Bakal Calon Perseorangan Datang ke KPU Kab Bandung

Sebarkan artikel ini
Ketua KPU Kab Bandung Agus Baroya. by iwa/bbcom
Ketua KPU Kab Bandung Agus Baroya. by iwa/bbcom

SOREANG, Balebandung.com – KPU Kabupaten Bandung mengimbau agar bakal calon Bupati Bandung dari perseorangan segera berkordinasi dengan KPU untuk mempersiapkan pencalonannya. Sebab menurut Ketua KPU Kab Bandung Agus Baroya, hingga saat ini belum ada satupan balonbup dari perseorangan yang berkomunikasi dengan pihak KPU untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada Kab Bandung 2020.

“Padahal pendaftaran untuk bakal calon perseorangan sebentar lagi, mulai 19 sampai 23 Februari 2020 waktunya, tapi sampai sekarang belum ada satupun yang mengutarakan niatannya ke KPU untuk mencalonkan diri di Pilkada 2020,” ungkap Agus kepada wartawan di Soreang, Jumat (17/1/20).

Apalagi menurutnya balonbup perseorangan harus mengisi data Sistem Pencalonan Pemilu (Silon), termasuk meng-input data fotokopi e-KTP sebanyak 153.443 lembar ke Silon tersebut sebagai syarat dukungan pencalonan jalur perseorangan.

“Karena belum ada satupun yang berkordinasi dengan kami, malah kami sendiri jadi pro aktif mempertanyakan kepada para bakal calon yang berniat maju di Pilkada,” ujar Agus.

Jika memang akan mencalonkan diri lewat jalur perseorangan, Agus mengimbau bakal calon untuk berkordinasi datang ke Kantor KPU Kab Bandung. “Kemudian si bakal calon harus menunjuk tim untuk diberikan surat kuasa dalam menginput data Silon, agar nanti kami beri pelatihan cara input datanya. Input data sebanyak itu kan seharusnya dimulai dari sekarang,” pungkas Agus. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]